Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling dalam konteks pendidikan inklusif melalui pendekatan kajian literatur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti artikel jurnal, buku, dan hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan layanan bimbingan dan konseling serta pendidikan inklusif. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu aksesibilitas layanan, kompetensi konselor, serta dukungan lingkungan sekolah yang inklusif. Layanan bimbingan dan konseling yang mudah diakses, responsif terhadap kebutuhan siswa, serta didukung oleh konselor yang memiliki kompetensi profesional dan empati yang baik cenderung membentuk persepsi positif di kalangan siswa. Selain itu, lingkungan sekolah yang menghargai keberagaman serta mendorong kolaborasi antara konselor, guru, dan orang tua turut memperkuat efektivitas layanan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusif dengan membantu perkembangan akademik, sosial, dan emosional siswa. Oleh karena itu, pengembangan layanan bimbingan dan konseling di sekolah inklusif perlu dilakukan secara komprehensif melalui peningkatan kompetensi konselor, penyediaan layanan yang mudah diakses, serta penguatan kerja sama antar pihak di lingkungan pendidikan.
Copyrights © 2026