Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi masyarakat dalam budidaya tanaman hortikultura sayuran di daerah Ciwaru. Wilayah ini tergolong padat penduduk dengan keterbatasan lahan yang berdampak pada rendahnya aktivitas bercocok tanam di pekarangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain studi kasus terhadap 10 responden warga Komplek Depag, Ciwaru, Kota Serang. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket menggunakan skala likert dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator persepsi manfaat memperoleh nilai tertinggi sebesar 4,60, menandakan bahwa masyarakat memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menanam sayuran di rumah. Namun, permasalahan utama yang dihadapi adalah keterbatasan biaya awal untuk membeli sarana tanam dan rendahnya pengetahuan teknis masyarakat, yang masing-masing memiliki nilai rata-rata 3,30. Oleh karena itu, dibutuhkan program edukatif dan dukungan pemerintah daerah agar masyarakat dapat mengoptimalkan potensi pekarangan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026