Tenun ikat Mbola So di Desa Hewuli, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu warisan budaya dengan keunikan pewarna alam yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, keterbatasan akses pemasaran membuat produk ini kurang dikenal luas dan berdampak pada rendahnya kemandirian ekonomi kelompok penenun. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan tujuan memberdayakan kelompok tenun melalui pemanfaatan social media marketing sebagai strategi pemasaran modern. Metode yang digunakan meliputi pelatihan pemanfaatan media sosial, pembuatan akun bisnis, praktik pembuatan konten berbasis storytelling informatif dan persuasif, serta pendampingan manajemen digital branding. Pada aspek kemampuan merancang pemasaran melalui media sosial sebelum dilakukan sosialisasi hanya sekitar 12% diantara mereka yang memiliki pengetahuan yang baik terkait pemanfaatan media sosial sebagai alat pemasaran digital, namun setelah pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pelatihan terjadi peningkatan 100% pemahaman kelompok Tenun Ikat Mbola So terkait pemahaman tentang media sosial, pemanfaatan media sosial dalam pemasaran digital dan juga pengetahuan tentang manajemen koperasi simpan pinjam, dan juga terdapat peningkatan produksi sarung dari 1-2 sarung dan setelah mendapatkan bantuan alat meningkat menjadi 5 – 6 sarung.
Copyrights © 2026