Pengetahuan mengenai asesmen awal merupakan prasyarat penting dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi sebagai salah satu strategi pendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka. Asesmen awal berfungsi untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta didik sehingga proses pembelajaran dapat dirancang secara tepat dan berpusat pada peserta didik. Namun, keterbatasan pemahaman dan penerapan asesmen awal masih ditemukan pada guru-guru SMP di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru terkait asesmen awal sebagai dasar perencanaan pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pelatihan interaktif melalui workshop yang diikuti oleh delapan guru SMP Negeri Satu Atap LIK Layana Indah Palu. Data dikumpulkan menggunakan angket untuk mengukur tingkat pemahaman guru. Hasil analisis angket menunjukkan peningkatan pemahaman guru mengenai teknik asesmen awal, dari 39,6% sebelum pelatihan menjadi 81,3% setelah pelatihan. Pengetahuan tentang instrumen asesmen awal juga meningkat dari 37% menjadi 83%. Selain itu, seluruh peserta memahami tujuan dan manfaat asesmen awal, meskipun sebagian besar belum melaksanakannya sebelum penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil ini mengindikasikan bahwa pelatihan efektif mendukung implementasi Kurikulum Merdeka melalui penguatan asesmen awal. Pelatihan asesmen awal terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman guru SMP terkait perencanaan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Untuk keberlanjutan praktik asesmen, diperlukan pendampingan lanjutan agar asesmen awal terintegrasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
Copyrights © 2026