Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan gangguan pernapasan kronik dimana Kondisi ini menyebabkan penurunan saturasi oksigen dan menimbulkan gejala seperti sesak napas dan batuk berdahak. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat membantu meningkatkan saturasi oksigen adalah teknik relaksasi napas dalam dan fisioterapi dada. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan menerapkan intervensi relaksasi napas dalam dan fisioterapi dada terhadap peningkatan pengetahuan dan saturasi oksigen pada pasien PPOK di ruang IGD RSUD Menggala. Desain kegiatan yang digunakan adalah pengabdian kepada masyarakat (PkM) dengan pendekatan edukasi kesehatan dan pendampingan keluarga. Sasaran kegiatan terdiri dari 10 pasien dengan diagnosis medis Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan 10 anggota keluarga pendamping yang mengalami atau merawat pasien dengan keluhan sesak napas dan penurunan saturasi oksigen. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama tiga hari, dengan durasi 15–20 menit setiap sesi, meliputi pemberian edukasi, demonstrasi, dan pendampingan langsung kepada pasien dan keluarga mengenai teknik relaksasi napas dalam dan fisioterapi dada sebagai upaya meningkatkan fungsi pernapasan dan bersihan jalan napas. Keluarga dilibatkan secara aktif sebagai caregiver dalam membantu dan mendampingi pasien melakukan teknik tersebut secara mandiri di rumah. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga serta pasien dalam menerapkan teknik relaksasi napas dalam dan fisioterapi dada. Selain itu, ditemukan perbaikan kondisi pernapasan pada pasien PPOK, yang ditandai dengan penurunan keluhan sesak napas dan batuk berdahak serta peningkatan saturasi oksigen. Rata-rata saturasi oksigen pasien mengalami peningkatan setelah intervensi edukasi dan pendampingan dilakukan.
Copyrights © 2026