Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana budaya sekolah membentuk sikap dan respons warga sekolah dalam menerima kunjungan supervisi akademik di MTsN Palopo. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah tercermin dalam disiplin administratif, pola komunikasi yang terstruktur antara kepala madrasah, guru, dan pengawas, serta praktik kolaboratif dalam mempersiapkan proses pembelajaran. Dalam konteks ini, supervisi akademik dipahami bukan sekadar sebagai mekanisme kontrol administratif, tetapi sebagai proses pembinaan profesional yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Selain itu, nilai lokal sipakatau yang menekankan prinsip saling menghargai berperan dalam membentuk interaksi yang konstruktif antara pengawas dan warga sekolah, sehingga menciptakan penerimaan yang lebih positif terhadap kegiatan supervisi. Faktor pendukung meliputi tanggung jawab profesional guru, komunikasi yang baik dengan pengawas, serta pembinaan internal yang berkelanjutan. Adapun faktor penghambat berkaitan dengan variasi kesiapan individu guru, ketidakhadiran pada jadwal supervisi tertentu, dan keterbatasan tindak lanjut pendampingan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian manajemen pendidikan dengan menunjukkan bahwa integrasi budaya sekolah dan nilai lokal dapat memperkuat praktik supervisi akademik yang lebih reflektif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan profesional guru.
Copyrights © 2026