Penelitian ini mengkaji representasi identitas perempuan dalam puisi “Perempuan-Perempuan Perkasa ” karya Hartojo Andangdjaja dengan menempatkan identitas perempuan sebagai konstruksi sosial yang dibentuk melalui relasi kuasa dalam teks sastra. Penelitian fokus pada bagaimana identitas perempuan dikonstruksi melalui struktur puitik serta bagaimana makna “keperkasaan” direpresentasikan sebagai bentuk agensi sekaligus kemungkinan kritik terhadap ketimpangan gender. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif kritik sastra feminis. Data utama berupa teks puisi, yang dijelaskan melalui teknik pembacaan dekat (close reading) terhadap unsur puitik seperti diksi, citraan, metafora, dan repetisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan direpresentasikan sebagai subjek pekerja dan penopang ekonomi melalui citraan aktivitas kerja sejak “pagi buta”, mobilitas desa ke kota, serta simbol “bakul” sebagai beban sosial dan identitas kolektif perempuan pekerja. Konsep “perkasa” dimaknai sebagai peneguhan agensi perempuan melalui ketahanan fisik dan psikologis, namun juga menimbulkan ambivalensi karena berpotensi meromantisasi ketahanan perempuan dalam struktur sosial yang tidak setara. Metafora “akar” menegaskan perempuan sebagai fondasi sosial sekaligus membuka pembacaan kritis terhadap naturalisasi peran perempuan sebagai penopang kehidupan sosial. Penelitian ini memperkuat kajian kritik sastra feminis dengan menyoroti hubungan antara strategi puitik dan konstruksi identitas perempuan dalam sastra Indonesia.
Copyrights © 2026