Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesulitan yang dialami siswa sekolah dasar dalam membaca waktu pada jam analog dan digital, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas III atau IV sekolah dasar yang telah mempelajari materi tentang waktu. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa cenderung mengalami kesulitan yang lebih besar dalam membaca jam analog dibandingkan jam digital. Pada jam analog, kesulitan yang muncul antara lain ketidakmampuan membedakan fungsi jarum jam, kesulitan dalam menentukan menit, serta belum memahami konsep “lebih” dan “kurang”. Sementara itu, pada jam digital, kesulitan relatif lebih ringan, namun siswa masih mengalami kendala dalam memahami format 24 jam serta mengaitkan waktu dengan aktivitas sehari-hari. Faktor penyebab kesulitan tersebut meliputi kurangnya penggunaan media pembelajaran yang bersifat konkret, proses pembelajaran yang masih berorientasi pada hafalan, serta terbatasnya latihan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang lebih konkret, kontekstual, dan bertahap agar siswa dapat memahami konsep waktu secara lebih mendalam.
Copyrights © 2026