Kemampuan pemecahan masalah merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi geometri yang menuntut pemahaman visual dan penalaran spasial. Namun, pembelajaran geometri di kelas masih cenderung bersifat prosedural sehingga kemampuan pemecahan masalah peserta didik belum berkembang secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi pembelajaran STEM terintegrasi proyek terhadap kemampuan pemecahan masalah geometri peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Penelitian di lakukan di SMP N 1 Madapangga pada kelas IX dan subjek penelitian terdiri atas 50 peserta didik yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran STEM terintegrasi proyek, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah geometri dalam bentuk pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah geometri peserta didik pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata peningkatan skor kelompok eksperimen lebih besar daripada kelompok kontrol, yang menunjukkan efektivitas pembelajaran STEM terintegrasi proyek. Simpulan penelitian ini adalah pembelajaran STEM terintegrasi proyek berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah geometri peserta didik dan dapat dijadikan alternatif pembelajaran matematika yang lebih bermakna.
Copyrights © 2026