Berbagai faktor, termasuk pendidikan orang tua, memengaruhi stunting pada anak kecil, yang merupakan masalah kesehatan umum.Pola asuh yang baik dapat mencegah stunting dengan memastikan penggunaan layanan kesehatan anak dan pemenuhan kebutuhan gizi mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada hubungan antara pola asuh ibu dan frekuensi stunting pada balita berusia 1 hingga 3 tahun di area kerja Puskesmas Tanjung Rejo. Penelitian ini dilakukan dengan desain analitik observasional dan menggunakan pendekatan kontrol kasus. Penelitian ini mencakup semua ibu yang memiliki balita stunting berusia antara satu dan tiga tahun di wilayah kerja Puskesmas tersebut, total 38 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah melewati uji validitas dan reliabilitas.Selanjutnya, uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis data univariat dan bivariat. Dari empat aspek pola asuh yang dianalisis, yaitu psikososial, praktik pemberian makan, perilaku higienis, dan pemanfaatan layanan kesehatan, hanya praktik pemberian makan dan pemanfaatan layanan kesehatan yang memiliki korelasi signifikan dengan jumlah kasus stunting (p<0,05). Akibatnya, dapat disimpulkan bahwa akses terhadap layanan kesehatan dasar dan kualitas pemberian makanan sangat penting untuk mencegah stunting pada anak balita. Oleh karena itu, untuk mengurangi prevalensi stunting di masyarakat, diperlukan intervensi yang berfokus pada peningkatan praktik pemberian makan serta optimalisasi penggunaan layanan kesehatan.
Copyrights © 2026