Pintubatu, Agnes Valentina
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 1-3 TAHUN DI PUSKESMAS TANJUNG REJO Elvalini Warnelis Sinaga; Pintubatu, Agnes Valentina; Tarihoran, Ika Satriani; Niki Brinda Arwani; Putri Handayani; Silvira; Eka Yuliana
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 17 No 2 (2026): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35907/bgjk.v17i2.548

Abstract

Berbagai faktor, termasuk pendidikan orang tua, memengaruhi stunting pada anak kecil, yang merupakan masalah kesehatan umum.Pola asuh yang baik dapat mencegah stunting dengan memastikan penggunaan layanan kesehatan anak dan pemenuhan kebutuhan gizi mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada hubungan antara pola asuh ibu dan frekuensi stunting pada balita berusia 1 hingga 3 tahun di area kerja Puskesmas Tanjung Rejo. Penelitian ini dilakukan dengan desain analitik observasional dan menggunakan pendekatan kontrol kasus. Penelitian ini mencakup semua ibu yang memiliki balita stunting berusia antara satu dan tiga tahun di wilayah kerja Puskesmas tersebut, total 38 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah melewati uji validitas dan reliabilitas.Selanjutnya, uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis data univariat dan bivariat. Dari empat aspek pola asuh yang dianalisis, yaitu psikososial, praktik pemberian makan, perilaku higienis, dan pemanfaatan layanan kesehatan, hanya praktik pemberian makan dan pemanfaatan layanan kesehatan yang memiliki korelasi signifikan dengan jumlah kasus stunting (p<0,05). Akibatnya, dapat disimpulkan bahwa akses terhadap layanan kesehatan dasar dan kualitas pemberian makanan sangat penting untuk mencegah stunting pada anak balita. Oleh karena itu, untuk mengurangi prevalensi stunting di masyarakat, diperlukan intervensi yang berfokus pada peningkatan praktik pemberian makan serta optimalisasi penggunaan layanan kesehatan.