Articles
Analisis Potensi Pasar Islam Dalam Penerapan Konsep Pemasaran Islam
Robiul Ikhsan Sitorus;
Putri Handayani
Al-Sharf: Jurnal Ekonomi Islam Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Yayasan Rahmat Islamiyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56114/al-sharf.v1i3.101
Potensi pasar merupakan komponen utama dalam menelisik atau melihat keadaan. Hal ini dilakukan untuk melihat konsumen terbesar ketika kita ingin mengeluarkan suatu produk. Dalam hal ini, masyarakat Indonesia mayoritas muslim, dimana pada dasarnya semua orang Indonesia memetingkan kebersihan dan halal dari suatu produk. Maka untuk itu, konsep pemasaran suatu produk di Indonesia harus menggunakan system pemasaran syariah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan studi pustaka.
Komunikasi Antar Budaya dan Dampaknya bagi Kehidupan Masyarakat di Pekon Marang Kabupaten Pesisir Barat
Putri Handayani;
Yunisca Nurmalisa;
Nurhayati Nurhayati
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 5, No 3 (2019): JURNAL KULTUR DEMOKRASI
Publisher : FKIP Unila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The purpose of this research is to explain and describe inter-cultural communication and its impact on people's lives in the West Coast district of Marang. The research method is a descriptive qualification with the subject of public figures, religious figures, youth leader, and village heads. Data collection techniques are interviews, observation, and documentation while data analysis is done by using credibility and triangulation tests. The results of this study showed that intercultural communication has a greater positive impact than the negative impact that the community is able to understand many regional languages even though the pronunciation is still not good. Intercultural communication is assessed as effective from the four aspects that the community in the city of Marang is able to understand the content of the heart in verbal communication and able to interact between cultures well and able to adjust the personal culture With the culture he was facing.Tujuan penelitian ini yaitu untuk menjelaskan dan mendeskripsikan komunikasi antar budaya dan dampaknya bagi kehidupan masyarakat di pekon marang kabupaten pesisir barat metode penelitian penelitian ini adalah deskriptif kualitatf dengan subjek penelitian yaitu tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan kepala desa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi sedangkan analisis data menggunakan uji kredibilitas dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi antar budaya memiliki dampak positif yang lebih besar dibandingkan dengan dampak negatif yaitu masyarakatnya mampu memahami banyak bahasa daerah meskipun dalam pengucapanya masih belum baik. Komunikasi antar budaya dinilai efektif dilihat dari empat aspek bahwa masyarakat di pekon marang mampu memahami maksut isi hati dalam berkomunikasi secara verbal dan mampu berinteraksi antar budaya dengan baik serta mampu menyesuaikan kebudayaan pribadi dengan kebudayaan yang sedang dihadapinya.Kata kunci: antar budaya, efektivitas komunikasi, kehidupan masyarakat
SOSIALISASI PRAKTIKUM BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR SAINS PADA LAMAN YOUTUBE
Muhamad Imaduddin;
Dewi Suharningsih;
Faricha Asniya Aufa;
Atmim Nurona;
Putri Handayani;
Ririn Melati;
Wisnu Bayu Murti
Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 4 (2020): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (379.379 KB)
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk mensosialisasikan aplikasi sains dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini memberi alternatif menyediakan sumber belajar sains pada jenjang SMP/MTs sesuai dengan kompetensi dasar yang ada. Tema berkaitan dengan bioteknologi konvensial yaitu produksi tape ketan dan yogurt kedelai. Pelaksanaan berlangsung selama masa pandemi Covid-19 sehingga kegiatan mengoptimalkan media sosial. Sosialisasi melalui beberapa tahap yaitu (1) Penulisan naskah vlog; (2) Penyiapan alat dan bahan praktikum; (3) Pelaksanaan praktik bioteknologi (proses); (4) Cek produk hasil fermentasi; dan (5) Unggah dan analsis tanggapan. Analisis tanggapan dilakukan dengan cek laman YouTube Studio yang mencakup viewer, like, durasi tonton, dan komentar. Analisis dilaksanakan pada durasi 2 minggu setelah proses pengunggahan. Hasil menunjukkan pada video “Bioteknologi Konvensional: Fermentasi Tape Ketan” memiliki 565 kali penayangan, persentase like sebesar 100%, dan durasi tonton rata-rata selama 1:27 menit. Adapun video “Yoghurt dari Susu Kedelai (Menghempaskan Kolesterol Jahat)” memiliki 337 kali penanyangan dengan persentase like sebanyak 100%, dan durasi tonton rata-rata selama 1:37 menit. Hasil analisis komentar menunjukkan kebermanfaatan dari sosialisasi melalui laman YouTube.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA HERBARIUM DAN MEDIA GAMBAR PADA MATERI TUMBUHAN BERBIJI (Spermathopyta) DI KELAS X SMA SWASTA ERIA MEDAN
Putri Handayani;
Martina Napitupulu;
hadap Hadap
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Pelita Pendidikan Desember 2016
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jpp.v4i4.6651
Penelitian yang dilakukan di SMA Swasta Eria Medan ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar dengan menggunakan media herbarium dan media gambar. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan memberikan perlakuan kepada kedua kelompok sampel penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Swasta Eria Medan yaitu sebanyak 7 kelas dengan jumlah siswa 290 orang. Sampel penelitian diambil dua kelas yang ditentukan dengan teknik random sampling, yaitu kelas Eksperimen I (X-4) dan kelas Eksperimen II (X-5) masing-masing sebanyak 33 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dalam bentuk objektifitas yaitu untuk soal postest sebanyak 30 soal yang masing-masing telah dinyatakan valid dan reliabel. Sebelum pengujian hipotesis terlebih dahulu diuji normalitas dan homogenitas tes. Normalitas diuji dengan menggunakan teknik Liliefors dan homogenitas dengan menggunakan uji F. Dari pengujian yang dilakukan diperoleh bahwa kedua sampel berdistribusi normal dan homogen. Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata hasil belajar yang diajarkan menggunakan media herbarium dan media gambar dengan hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung>ttabel yaitu 2,79>1,997 pada taraf= 0,05. Hasil belajar siswa kelas Eksperimen I diperoleh rata-rata postest sebesar 73,5. Sedangkan hasil beajar siswa kelas Eksperimen II rata-rata postest sebesar 66,1.Kata Kunci : Media Herbarium, Media Gambar, Hasil Belajar
Implementasi Ruang Terbuka Hijau Publik (Suatu Tinjauan Berdasarkan Qanun Nomor 7 Tahun 2013 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bireuen)
Putri Handayani;
Nazaruddin N;
Nuribadah N
JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Vol 4, No 3 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jimfh.v4i3.5305
Studi ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan implementasi ruang terbuka hijau publik Di Kabupaten Bireuen, hambatan yang dialami serta upaya penyelesaian dalam penataan ruang terbuka hijau publik Di Kabupaten Bireuen. Dalam Qanun Nomor 7 Tahun 2013 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bireuen mewajibkan bahwa dalam penyediaan ruang terbuka hijau publik disebuah perkotaan yang ideal adalah 20% (persen) dari luas daerah. Namun sampai saat ini, penyediaan mengenai ruang terbuka hijau publik Di Kabupaten Bireuen baru terealisasi 5,3% (persen) dari luas daerah. Penelitian ini menggunakan metode empiris/yuridis sosiologis dengan bentuk pendekatan yuridis sosiologis yang dianalisis secara deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer berupa hasil wawancara dengan responden dan informan serta sumber data sekunder berasal dari studi kepustakaan. Berdasarkan Hasil dari penelitian diketahui bahwa dalam mengimplementasikan ruang terbuka hijau publik Di Kabupaten Bireuen. Pemerintah daerah memiliki kewewenangan berupa Perencanaan, Pemanfaatan Ruang dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang. Kemudian hambatan yang dialami dalam penataan ruang terbuka hijau publik Di Kabupaten Bireuen yaitu Belum Adanya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Kurangnya Partisipasi Masyarakat. Upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah dalam penataan ruang terbuka hijau publik Di Kabupaten Bireuen yaitu dengan Menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), Memberikan Sosialisasi dan Meningkatkan Partisipasi Masyarakat. Kata Kunci: Implementasi, Tata Ruang, Ruang Terbuka Hijau Publik.
IMPLEMENTASI RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK (Suatu Tinjauan Berdasarkan Qanun Nomor 7 Tahun 2013 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bireuen)
Putri Handayani;
Nazaruddin N;
Nuribadah N
JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jimfh.v3i1.3991
Qanun Nomor 7 Tahun 2013 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bireuen mengamanatkan bahwa ketersediaan ruang terbuka hijau publik yang ideal adalah 20% (persen) dari luas wilayah. Namun kenyataannya ruang terbuka hijau publik Di Kabupaten Bireuen baru terealisasi 5,3% (persen) dari luas wilayah. Metode penelitian ini yaitu metode empiris/yuridis sosiologis (sociological legal research) dengan bentuk pendekatan yuridis sosiologis yang dianalisis secara deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer berupa hasil wawancara dengan responden dan informan dan sumber data sekunder berasal dari studi kepustakaan. Berdasarkan Hasil Penelitian Diketahui Bahwa dalam mengimplementasikan ruang terbuka hijau publik Di Kabupaten Bireuen, Pemerintah Daerah mempunyai wewenang meliputi Perencanaan, Pemanfaatan Ruang dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang. Penyelesaian dalam penataan ruang terbuka hijau publik Di Kabupaten Bireuen yaitu Menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), Melakukan Sosialisasi dan Mendorong Partisipasi Masyarakat.
IMPLEMENTASI RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK (Suatu Tinjauan Berdasarkan Qanun Nomor 7 Tahun 2013 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bireuen)
PUTRI HANDAYANI
JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Vol 5, No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jimfh.v5i2.5353
This study aims to identify and explain the implementation of public green open space in Bireuen Regency, the obstacles experienced and efforts to resolve the arrangement of public green open space in Bireuen Regency. In Qanun Number 7 of 2013 concerning the Regional Spatial Planning of Bireuen Regency, it is mandatory that the provision of public green open space in an ideal urban area is 20% (percent) of the area. However, until now, the provision of public green open space in Bireuen Regency has only been realized 5.3% (percent) of the area. This study uses an empirical/sociological juridical method with a sociological juridical approach which is analyzed descriptively. Sources of data used are primary data in the form of interviews with respondents and informants as well as secondary data sources derived from library studies. Based on the results of the study, it is known that in implementing public green open spaces in Bireuen Regency. The local government has the authority in the form of Planning, Utilization of Space and Control of Space Utilization. Then the obstacles experienced in structuring public green open spaces in Bireuen Regency are the absence of a detailed spatial plan (RDTR) and lack of community participation. Efforts that have been made by the local government in structuring public green open spaces in Bireuen Regency are by developing a Detailed Spatial Plan (RDTR), Providing Socialization and Increasing Community Participation.
PROSES PEMURNIAN MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN AMPAS TEBU UNTUK PEMBUATAN SABUN PADAT
Erna Wati Ibnu Hajar;
Auxilia Febri Wirasny Purba;
Putri Handayani;
Mardiah Mardiah
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 6 NOMOR 2 DESEMBER 2016
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1181.589 KB)
|
DOI: 10.36055/jip.v6i2.803
Minyak goreng pada umumnya digunakan untuk memasak dan biasanya bisa digunakan hingga 3-4 kali penggorengan. Minyak goreng yang telah dipakai (minyak jelantah) akan menjadi barang buangan atau limbah dari rumah tangga dan pabrik industri penggorengan, jika tidak didaur ulang akan menjadi limbah yang mencemari lingkungan. Minyak jelantah dapat dimanfaatkan kembali dengan proses pemurnian yang selanjutnya dapat diolah menjadi bahan baku industri non pangan seperti sabun. Minyak jelantah mempunyai kandungan asam lemak bebas (ALB) yang cukup tinggi. Prosess pemurnian minyak jelantah dapat dilakukan dengan menggunakan ampas tebu sebagai adsorben untuk menurunkan kadar ALB pada minyak. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sabun padat dari minyak jelantah yang berasal dari buah kelapa dan jagung.Kemudian hasil dari penelitian ini dibandingkan dengan standar SNI. Pengamatan dilakukan atas parameter yang meliputi: kadar air pada minyak, kadar asam lemak bebas (ALB), berat sabun yang dihasilkan, kadar air pada sabun, derajat keasaman (pH), dan tinggi busa. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukan sampel sabun padat yang diuji memenuhi standar SNI NO 06-3532-1994 yang telah ditetapkan. Namun,kadar air pada sabun padat masih kurang baik karena melebihi batas maksimal SNI.
PEMODELAN DAN ANALISIS KESTABILAN SISTEM MEMRISTOR KUBIK ORDE EMPAT
Putri Handayani;
Mahdhivan Syafwan;
Efendi .
Jurnal Matematika UNAND Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jmu.6.3.1-6.2017
Abstrak. Pada penelitian ini, model sistem memristor kubik orde empat diformulasidari hukum sirkuit Kirchho dan hukum induksi Faraday dengan menggunakan memduktansiyang dikarakterisasi oleh fungsi kuadrat denit positif. Dengan menggunakankriteria Routh-Hurwitz, ditinjau kestabilan sistem di sekitar titik ekuilibrium. Hasil yangdiperoleh menunjukkan bahwa solusi sistem memristor kubik orde empat stabil. Beberapacontoh kasus yang diselesaikan secara numerik telah mengkonrmasi hasil analisistersebut.Kata Kunci: Memristor kubik orde empat, kriteria Routh-Hurwitz, hukum sirkuit Kirchho,hukum induksi Faraday, Runge-Kutta orde empat
PENERAPAN MODEL AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PADA PEMBELAJARAN MEDAN MAGNETIK
Putri Handayani;
Andri Suherman;
Rahmat Firman Septiyanto
Natural Science Education Research Science Education National Conference 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/nser.v0i0.17811
Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan keteramplan berpikir kreatif siswa menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) pada materi medan magnetik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Menggunakan desain penelitian yaitu, pre-test post-test control group design. Model AIR sebagai variabel bebas dan keterampilan berpikir kreatif sebagai variabel terikat. Populasi penelitian adalah siswa SMA Negeri 19 Kab. Tangerang. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu, kelas XII IPA 1 sebagai kelas kontrol dan kelas XII IPA 2 sebagai kelas eksperimen. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling. Berdasarkan hasil uji T pada pre-test kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu, thitungttabel sebesar 0,7732,042 maka tidak terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif pada siswa pada kedua kelas uji. Berdasarkan uji T pada hasil post-test yaitu, thitungttabel sebesar 8,5482,042 disimpulkan terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen. Berdasarkan hasil peneilitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan berpikir kreatif siswa menggunakan model AIR pada materi medan magnet.