Kehadiran kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan tinggi telah mengubah cara mahasiswa mengakses, mengevaluasi, dan mengelola informasi akademik. Artikel ini menganalisis pengaruh penggunaan AI terhadap kemandirian informasi dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang. Melalui pendekatan kuantitatif dengan 120 responden yang dipilih secara purposif, penelitian ini mengevaluasi enam indikator utama terkait interaksi mahasiswa dengan teknologi AI. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun AI seperti ChatGPT dan Copilot dimanfaatkan secara aktif dalam mendukung proses akademik, tingkat penggunaannya masih moderat. AI dinilai efektif dalam menyusun dan mengorganisasi informasi, namun tidak serta-merta memperkuat kemampuan berpikir kritis. Uji korelasi dan regresi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara intensitas penggunaan AI dan tingkat kemandirian berpikir kritis, dengan kontribusi sebesar 16,9%. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi literasi informasi kritis dalam pemanfaatan AI, serta peran strategis perpustakaan sebagai fasilitator literasi digital berbasis nilai di lingkungan pendidikan tinggi Islam.
Copyrights © 2026