Obesitas sentral berkaitan dengan peningkatan stres oksidatif akibat penumpukan lemak viseral, yang dapat mengganggu sistem antioksidan seperti superosida dismutase (SOD). Perbedaan jenis kelamin mungkin memengaruhi kadar SOD, namun data pada pegawai usia produktif dengan obesitas sentral, khususnya di lingkungan kerja seperti universitas, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin dengan kadar superoksida dismutase (SOD) pada pegawai dengan obesitas sentral di Universitas Nusa Cendana. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang ini melibatkan 30 pegawai dengan obesitas sentral yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Jenis kelamin diperoleh melalui kuesioner, obesitas sentral diukur berdasarkan lingkar pinggang, dan kadar SOD diukur dari sampel darah menggunakan metode laboratorium terstandar. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk normalitas dan uji Mann-Whitney U untuk signifikansi (p < 0,05). Median kadar SOD pada laki-laki sebesar 12,91 U/mL dan perempuan 11,43 U/mL, tanpa perbedaan signifikan (p = 0,633). Jenis kelamin tidak berhubungan dengan kadar SOD pada pegawai dengan obesitas sentral di Universitas Nusa Cendana; kadar SOD dipengaruhi oleh obesitas sentral dan faktor gaya hidup.
Copyrights © 2026