Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan. Kementerian Kesehatan (2022) juga melaporkan bahwa berdasarkan GLOBOCAN 2020, jumlah kasus baru kanker payudara di Indonesia mencapai 68.858 kasus (16,6% dari total kasus baru kanker), dengan angka kematian lebih dari 22 ribu jiwa. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan upaya deteksi dini yang sederhana, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan paparan media terhadap perilaku SADARI pada mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 515 populasi mahasiswa, dengan sampel sebanyak 224 mahasiswa dipilih melalui teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000), sikap (p = 0,000), dan paparan media (p = 0,001) terhadap perilaku SADARI. Diperlukan peningkatan edukasi dan pemanfaatan media informasi yang tepat untuk mendorong perilaku deteksi dini kanker payudara, terutama pada perempuan usia muda dan perlunya penguatan edukasi terkait SADARI di lingkungan akademik serta pemanfaatan media informasi secara optimal guna meningkatkan praktik SADARI di kalangan mahasiswa.
Copyrights © 2026