Pemanasan global dan perubahan iklim sedang terjadi, hal itu merupakan masalah antropogenik, dan efeknya menimbulkan ancaman nyata bagi kondisi kehidupan manusia dan ekosistem. Gaya hidup berkelanjutan (sustainable behavior) menjadi salah satu solusi untuk mengurangi pemanasan global dan perubahan iklim karena perilaku berkelanjutan memenuhi kebutuhan generasi sekarang dan masa depan tanpa mengorbankan keutuhan sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik gaya hidup berkelanjutan lulusan sarjana ilmu sains serta mengidentifikasi tantangan dan hambatannya. Penelitian ini merupakan desain kuantitatif, dengan metode survei. Sebanyak 105 responden (78 perempuan, 27 laki-laki) yang berasal dari Jawa Timur berpendidikan S1 Rumpun Ilmu Sains dengan rentang usia 20-35 tahun mengikuti survei ini yang didistribusikan melalui platform online dan dianalisis deskriptif menggunakan Ms. Excel. Penelitian ini menggunakan instrumen yang diadaptasi dari Tapian-Fonlem untuk mengukur konstruk sikap pro-lingkungan, sikap hemat, dan sikap altruistik, yang dianggap sebagai prediktor perilaku berkelanjutan. Hasil penelitian ini menunjukkan 3 temuan penting, yaitu (1) adanya kontradiksi dalam perilaku pro-lingkungan responden; (2) sebagian besar responden setuju dengan beberapa praktik hemat, namun mereka juga menunjukkan kecenderungan untuk tidak mengubah gaya hidup yang konsumtif; dan (3) banyak responden yang sudah menunjukkan kepedulian terhadap sesama, namun masih ada ruang untuk mendorong partisipasi yang lebih aktif dalam kegiatan sosial.
Copyrights © 2024