Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MODIFIKASI SUDUT KONTAK DRIVE PULLEY DAN VARIASI BERAT ROLLER CONTINUOUSLY VARIABLE TRANSMISSION (CVT) TERHADAP PERFORMA MESIN SEPEDA MOTOR MATIC INJEKSI 4 TAK 110 CC Anwar, Muhamad Khoirul; Mahendra, Sena; Bahtiar, Fahmy Zuhda
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 7 No 1 (2025): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/joveat.v7i1.4091

Abstract

Perkembangan teknologi di bidang otomotif sebagai alat penunjang kehidupan yang dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Penggunaan sepeda motor yang terus meningkat dari tahun ke tahun berdampak pada konsumsi bahan bakar minyak bumi yang meningkat pula, oleh karena itu perlu dilakukan inovasi pada kendaraan agar mampu menurunkan tingkat konsumsi bahan bakar tanpa mengurangi performa mesinya. Seiring bertambahnya usia pakai kendaraan matic akan mengakibatkan penurunan preforma mesin sehingga perlu diadakan usaha-usaha untuk meminimalisir penurunan performa kendaraan. Hasil penelitian : 1). Pengaruh sudut kontak drive pulley 13,5° dan roller 10 gram menghasilkan torsi lebih kecil dari standarnya di 4000 rpm. Sudut kontak 13,5° dan roller 10 gram torsi turun 3,77%. Sudut kontak 13,5° dan roller 13 gram torsi turun 0,47%. Sudut kontak 14° dan roller 10 gram torsi naik 2,83%. 2). Pengaruh penggunaan sudut kontak drive pulley 13,5° dan roller variasi 10 gram memiliki kenaikan daya tertinggi di rpm 7000. Sudut kontak 13,5° dan roller 10 gram daya naik 4,64%. Sudut kontak 13,5° dan roller 13 gram daya naik 9,67%. Pada sudut kontak 14° dan roller 10 gram daya naik 3,87%. 3). Pengaruh sudut kontak drive pulley 13,5° dan roller variasi 10 gram menghasilkan Spesific Fuel Consumption (SFC) lebih kecil dari standarnya di rpm 8000. Sudut kontak 13,5° dan roller 10 gram turun 12,41%. Sudut kontak 13,5° dan roller 13 gram turun 9,65%. Sudut kontak drive pulley 14° dan roller 10 gram turun 2,07%.
Developing blended argumentative inquiry learning model to enhance digital literacy and critical thinking of biology students Anwar, Muhamad Khoirul; Suratno, Suratno; Kusumaningtyas, Zulmi; Nabila, Zahra
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol. 11 No. 01 (2026): May
Publisher : Biology Education Department, Universitas Insan Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v11i01.2125

Abstract

Digital literacy and critical thinking are essential competencies for biology students in the digital era. However, students often face challenges in evaluating digital information and constructing evidence-based arguments. This study aimed to develop a Blended Argumentative Inquiry Learning (BAIL) model and evaluate its effectiveness in improving digital literacy and critical thinking skills. The model was developed using the ADDIE model, which consisted of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. Participants were 62 undergraduate students of the Biology Education Study Program at Jember University. Data were collected through expert validation questionnaires, observation sheets, digital literacy questionnaires, and critical thinking tests. The validity and feasibility of the model were determined through expert evaluation, while effectiveness was analyzed using N-Gain scores and independent-samples t-tests. The results showed that the BAIL model was valid with expert validation score of 86% and feasible for implementation. The model effectively improved digital literacy, with the experimental group achieving a higher N-Gain score (0.41) than the control group (0.24). Critical thinking skills were also improved significantly (p = 0.025). These findings indicated that the BAIL model was an effective learning model for enhancing digital literacy and critical thinking for undergraduate biology student implemented through structured blended inquiry-based and argumentation-oriented learning activities.