Stunting merupakan tantangan yang tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpotensi memengaruhi perkembangan kognitif, emosi, dan kesehatan mental dalam jangka panjang. Urgensi penanganan stunting di Indonesia yaitu menghadapi kesenjangan akibat kurangnya literasi orang tua mengenai kaitan antara stunting dengan risiko psikososial termasuk kerentanan terhadap perilaku bullying. Analisis situasi di TK Dharma Wanita Persatuan 1 Sumbersekar menunjukkan bahwa keterbatasan program parenting menjadi salah satu penghambat dalam optimalisasi pendampingan anak di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian ini mengintegrasikan pendekatan psikologi Kesehatan untuk menjembatani kesenjangan tersebut yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan orang tua dalam pencegahan stunting. Pengabdian dilakukan terhadap 32 orang tua siswa melalui diskusi awal dengan mitra, penyusunan materi edukasi, pelaksanaan penyuluhan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan juga dilengkapi dengan modul bekal sehat dan monitoring kepatuhan orang tua selama satu minggu. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 88,71 menjadi 94,52 dengan nilai signifikansi p < 0,05 (0,037) yang menandakan adanya peningkatan pemahaman secara bermakna. Selain itu, mayoritas orang tua menunjukkan konsistensi dalam penerapan bekal sehat dan perhatian terhadap aspek psikologis anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan program ini efektif dalam memperkuat peran orang tua sebagai mitra sekolah dalam pencegahan stunting. Pendekatan parenting berbasis psikologi kesehatan dapat menjadi strategi berkelanjutan dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat secara fisik dan mental.
Copyrights © 2026