Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The correlations of interpersonal communication pharmacists with compliance medication in patientof diabetes mellitus type 2 Meylinda Widyasari; Rina Herowati; Samuel Budi H
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.408 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i2.1995

Abstract

Drug compliance is often associated with interpersonal relationships. Good interpersonal relationships depend on how interpersonal communication is established. This study aims to identify the relationship between interpersonal communication of pharmacists and drug compliance of Type 2 Diabetes Mellitus (DM) outpatients and identify the most dominant interpersonal and communication factors influencing drug compliance and its external factors. The samples of this study were patients who met the inclusion criteria. Data were obtained from questionnaires, observations, and medical records. The data were tested for validity and reliability using univariate analysis, bivariate analysis using chi-square, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The results of the study showed characteristics that affect drug compliance are DM drugs used and the number of drugs received. The results of bivariate analysis p-value less than 0.05 mean there was a relationship between the interpersonal communication of pharmacists (openness, empathy, supportive behavior, positive behavior, and equality) and drug compliance of Type 2 DM outpatients at RSUD Jaraga Sasameh. The most dominant interpersonal communication factor was positive behavior with an exp (B) value of 16.013. External factors affecting were supporting facilities, and time. Abstrak: Kepatuhan minum obat seringkali dikaitkan dengan hubungan interpersonal. Hubungan  interpersonal yang baik tergantung bagaimana sebuah komunikasi interpersonal dibangun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi interpersonal apoteker dengan kepatuhan minum obat pasien DM Tipe 2 rawat jalan, mengetahui faktor komunikasi interpersonal paling dominan dan faktor eksternal yang mempengaruhi kepatuhan minum obat. Sampel adalah pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh dari pengisian kuesioner oleh pasien, observasi dan rekam medik. Kuesioner sebelum digunakan untuk pengambilan data di uji validitas dan reliabilitas. Data yang diperoleh dari kuesioner kemudian dianalisis univariat, bivariat menggunakan chi square dan  multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menujukkan karakteristik yang mempengaruhi kepatuhan minum obat yaitu obat DM yang digunakan dan jumlah item obat yang diterima. Hasil menganalisis bivariat angka p kurang dari 0,05 maknanya ada relasi diantara komunikasi interpersonal apoteker (keterbukaan, empati, tingkah laku suportif, tingkah laku positif serta kesetaraan) dengan ketaatan minum obat pasien DM Tipe 2 rawat jalan pada RSUD Jaraga Sasameh. Hasil analisis multivariat faktor komunikasi interpersonal paling dominan adalah perilaku positif dengan nilai exp (B) sebesar 16,013. Faktor eksternal yang mempengaruhi adalah sarana penunjang, dan waktu.
Pengaruh Karakteristik Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Terhadap Kepatuhan Minum Obat di RSUD Jaraga Sasameh: The Impact of Characteristic Patient of Diabetes Mellitus Type 2 With Compliance Medication at RSUD Jaraga Sasameh Widyasari, Meylinda; Herowati, Rina; Harsono, Samuel Budi
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6, No.2 Juni 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v6i2.6527

Abstract

Indonesia ranks fifth globally with 19.5 million diabetes cases [1]. The prevalence of diabetes mellitus (DM) in South Barito Regency reaches 1.05%, and 1.46% among individuals aged ≥15 years [2]. This study aims to identify patient characteristics that most influence adherence to type 2 DM treatment. Data were collected through validated questionnaires and analyzed using univariate, bivariate (chi-square test), and multivariate (multiple logistic regression) methods. The majority of respondents were aged 30–59 years, had low education levels, worked in the private sector, and 94.4% had comorbidities. Most were taking only one diabetes medication but received ≥4 other medications. The chi-square test results showed a significant relationship between the number and type of diabetes medications with adherence (p<0,05). Multivariate analysis revealed the number of medications received as the most influential factor (exp(B) = 2.519).
Hubungan Polifarmasi Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan di RSUD Jaraga Sasameh Widyasari, Meylinda; Herowati, Rina; Harsono, Samuel Budi
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 3 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss3.1976

Abstract

Polifarmasi merupakan penggunaan lima obat atau lebih setiap hari. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2) yang umumnya membutuhkan obat tambahan untuk penyakit penyerta. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji korelasi antara polifarmasi dan kepatuhan pengobatan pada pasien DMT2 yang dirawat di RSUD Jaraga Sasameh dengan rancangan cross sectional. Data penelitian ini berasal dari survei kepatuhan dan rekam medis, kemudian untuk analisis data menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar pasien  polifarmasi mengkonsumsi lima hingga enam obat per resep. Nilai p sebesar 0,001 (p < 0,05) menunjukkan korelasi signifikan antara polifarmasi dan kepatuhan.Pasien tanpa polifarmasi lebih patuh dibandingkan dengan pasien yang menjalani polifarmasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa polifarmasi mempengaruhi kepatuhan pasien, sehingga diperlukan peningkatan peran apoteker dalam evaluasi rasionalitas terapi,  konseling serta penguatan kolaborasi antar tenaga Kesehatan dan sistem pemantauan kepatuhan untuk mendukung keberhasilan pengobatan pasien DMT2.
PELATIHAN ILMU DASAR PARENTING BAGI ORANG TUA SISWA TERKAIT PENCEGAHAN STUNTING DAN CARA PENANGANANNYA DARI ASPEK PSIKOLOGI KESEHATAN Cesa, Fibe Yulinda; Widyasari, Meylinda; Yuliati, Leny; Dhini, Ellyvina Setya
Abdi Dharma Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v6i1.4407

Abstract

Stunting merupakan tantangan yang tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpotensi memengaruhi perkembangan kognitif, emosi, dan kesehatan mental dalam jangka panjang. Urgensi penanganan stunting di Indonesia yaitu menghadapi kesenjangan akibat kurangnya literasi orang tua mengenai kaitan antara stunting dengan risiko psikososial termasuk kerentanan terhadap perilaku bullying. Analisis situasi di TK Dharma Wanita Persatuan 1 Sumbersekar menunjukkan bahwa keterbatasan program parenting menjadi salah satu penghambat dalam optimalisasi pendampingan anak di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian ini mengintegrasikan pendekatan psikologi Kesehatan untuk menjembatani kesenjangan tersebut yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan orang tua dalam pencegahan stunting. Pengabdian dilakukan terhadap 32 orang tua siswa melalui diskusi awal dengan mitra, penyusunan materi edukasi, pelaksanaan penyuluhan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan juga dilengkapi dengan modul bekal sehat dan monitoring kepatuhan orang tua selama satu minggu. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 88,71 menjadi 94,52 dengan nilai signifikansi p < 0,05 (0,037) yang menandakan adanya peningkatan pemahaman secara bermakna. Selain itu, mayoritas orang tua menunjukkan konsistensi dalam penerapan bekal sehat dan perhatian terhadap aspek psikologis anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan program ini efektif dalam memperkuat peran orang tua sebagai mitra sekolah dalam pencegahan stunting. Pendekatan parenting berbasis psikologi kesehatan dapat menjadi strategi berkelanjutan dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat secara fisik dan mental.