TEKNO
Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO

Model Numerik Perubahan Garis Pantai Di Pantai Lumintang Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara

Suoth, Aprilia (Unknown)
Jasin, Muhammad I. (Unknown)
Mamoto, Jeffry D. (Unknown)
Supit, Cindy J. (Unknown)
Dundu, Ariestides K. T. (Unknown)
Thambas, Arthur H. (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Mar 2026

Abstract

Perubahan garis pantai merupakan fenomena dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi faktor alam seperti gelombang, arus, pasang surut, dan angin, serta aktivitas manusia. Pantai Lumintang di Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara mengalami perubahan garis pantai yang signifikan berupa abrasi dan akresi yang berpotensi mengancam keberlanjutan lingkungan dan sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai serta menentukan besaran area abrasi dan akresi menggunakan model numerik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pemodelan menggunakan perangkat lunak CEDAS modul NEMOS. Data yang digunakan meliputi data angin selama 5 tahun (2020–2024), data pasang surut, peta lokasi, dan data batimetri. Analisis dilakukan melalui proses hindcasting gelombang, transformasi gelombang, serta simulasi perubahan garis pantai selama periode 10 tahun (2025–2035). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan garis pantai di Pantai Lumintang dipengaruhi oleh dinamika gelombang dan transport sedimen sepanjang pantai. Tipe pasang surut yang terjadi termasuk tipe harian ganda (semi diurnal). Hasil pemodelan menunjukkan adanya area yang mengalami abrasi dan akresi dengan pola yang berbeda di sepanjang garis pantai. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan pengelolaan wilayah pesisir serta upaya mitigasi terhadap dampak perubahan garis pantai secara berkelanjutan. Kata kunci: perubahan garis pantai, abrasi, akresi, pemodelan numerik , CEDAS , Pantai Lumintang

Copyrights © 2026