Penelitian ini mengkaji kesalahan intralingual siswa dalam mentranskripsi audio listening section HSK IV melalui pendekatan error analysis. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi kesalahan performatif dan dampaknya secara semantik kognitif. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa dominan menghasilkan full dan partial transcription. Pada aspek performatif, misformation menjadi kesalahan yang paling dominan, diikuti addition dan omission, yang seringkali muncul bersamaan. Secara semantik kognitif, kesalahan dipicu oleh ketidaktelitian dan keterbatasan pemetaan kosakata siswa yang merusak makna ujaran. Penelitian ini juga membuktikan bahwa penggunaan teknologi pengetikan tidak mengeliminasi kesalahan linguistik, mengingat hambatan utama terletak pada pemahaman fonetik dan struktur bahasa. Temuan ini diharapkan berkontribusi dalam merancang evaluasi dan pengajaran bahasa Mandarin yang lebih efektif.
Copyrights © 2026