Penelitian ini menganalisis kesiapan laboratorium otomotif di Universitas Lancang Kuning dalam mendukung pembelajaran praktik mahasiswa dengan metode kuantitatif deskriptif. Data diperoleh melalui angket, wawancara, dan observasi terhadap 32 mahasiswa, 4 instruktur, dan kepala bengkel. Hasil menunjukkan tingkat kesiapan sebesar 76% (kategori tinggi). Aspek peralatan dan mesin memperoleh 67% (sedang), dengan keterbatasan alat simulasi kendaraan listrik dan hibrida (30%). Bahan praktik (72%) dan standar keselamatan kerja (74%) berada pada kategori tinggi, sedangkan kesiapan instruktur mencapai 85% (sangat tinggi). Pengelolaan laboratorium (70%) menunjukkan perlunya peningkatan dalam penjadwalan dan dokumentasi. Secara umum, laboratorium telah siap mendukung pembelajaran praktik, namun modernisasi fasilitas dan pengembangan instruktur secara berkelanjutan diperlukan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek teknis, manajerial, dan pedagogis.
Copyrights © 2026