Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Dinamika Psikologis Anak Remaja Awal Pengguna Media Sosial Rini Risnawita Suminta; Tatik Imadatus Sa’adati
Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jpp.v15i1.1197

Abstract

Penggunaan media sosial adalah fenomena yang sekarang ini terjadi di beberapa fase perkembangan manusia khususnya perkembangan masa remaja awal. Sebagian besar anak remaja generasi sekarang tumbuh dan berkembang lebih banyak di rumah dengan ditemani berbagai media. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan dinamika psikologis pengguna media sosial pada anak remaja awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologis. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan empat informan. Pemilihan informan didasarkan atas purposive sampling. Data-data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode theoretical coding. Theoretical coding tersebut terdiri dari koding terbuka (open coding), koding aksial (axial coding), dan koding selektif (selective coding). Pemeriksaan data dalam penelitian ini didasarkan pada empat kriteria, yaitu derajat kepercayaan atau kredibilitas (credibility), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability), dan kepastian atau konfirmabilitas (confirmability). Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja awal pengguna media sosial dipengaruhi handphone dengan fasilitas  foto dan video yang menarik. Bagi remaja awal, media sosial berperan sebagai media untuk menghibur diri, sebagai hiburan, media sosial berperan dalam pengakuan dari orang lain, untuk media perluasan diri dalam mengembangkan minat pribadi, media sosial untuk menemukan figur idola, media sosial untuk memperluas pertemanan, media sosial untuk mencurahkan isi hati, media sosial untuk populeritas dan media sosial untuk penyemangat diri.
Transformasi Politik: Peran Partai Politik dalam Meningkatkan Pendidikan dan Kesadaran Pluralisme di Pemilu Kota Kediri Tahun 2019 Siti Amanah; Tatik Imadatus Sa’adati
JOM Vol 2 No 3 (2021): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, November, 2021
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v2i3.5201

Abstract

This study investigates the efforts made by political parties to enhance political literacy and promote pluralism in society, while also examining the facilitating and inhibiting factors involved. Employing a qualitative descriptive research approach, the study conducts interviews with relevant stakeholders across various political parties. Both primary and secondary data are gathered through methods including observation, in-depth interviews, and document analysis, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings reveal that political parties assume diverse roles in advancing political education and pluralism, serving as channels for communication, platforms for socialization, avenues for recruitment, and agents for conflict resolution. Additionally, the General Election Commission (KPU) receives commendation for its effective performance, demonstrated by the successful execution of election processes in Kediri City with minimal disruptions and high public participation. The KPU's success is attributed to factors such as adequate funding, innovative socialization initiatives, collaborative relationships with stakeholders, governmental bodies, and religious leaders, as well as financial support from the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI-P) and its affiliated factions. However, the Democratic Party faces challenges due to limited financial resources, which hinder its efforts in political education.
Psikoedukasi untuk Menumbuhkan Pemahaman Bullying Bagi Korban Bullying di Sanggar Kegiatan Belajar Kota X Lisa Ayu Febriana; Herlan Pratikto; Tatik Imadatus Sa’adati
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v4i1.1588

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk memahami dan mengatasi dampak psikologis yang dialami siswa korban bullying di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota X melalui intervensi psikoedukasi berbasis kelompok. Pendekatan ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), serta pengukuran pretest dan posttest untuk menilai efektivitas intervensi. Program intervensi dilaksanakan melalui kegiatan bermain peran, diskusi, dan pemutaran video edukatif yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman tentang bullying, memperkuat kepercayaan diri, dan mengembangkan keterampilan sosial. Hasil analisis memperliatkan adanya kenaikan signifikan pada skor posttest dibanding pretest, dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,005, yang mengindikasikan keberhasilan intervensi dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan sosial peserta. Selain itu, kolaborasi dengan orang tua dan instansi terkait turut memperkuat kesadaran serta dukungan emosional bagi siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan psikoedukasi partisipatif efektif dalam membantu proses pemulihan psikologis korban bullying dan bisa dijadikan model pencegahan di lingkungan pendidikan non formal.
Psikoedukasi Mengurangi Perilaku Kenakalan Remaja pada Siswa di Sanggar Kegiatan Belajar Kota X Moch Fatkur Rozy; Herlan Pratikto; Tatik Imadatus Sa’adati
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v4i1.1631

Abstract

Juvenile delinquency is a psychosocial problem commonly emerging during adolescence and significantly affecting educational continuity and psychological well-being. This study aimed to explore the psychological dynamics of juvenile delinquency among students at a nonformal education center (Sanggar Kegiatan Belajar/SKB) in City X and to evaluate the effectiveness of a community-based psychological intervention. The assessment employed interviews, delinquency questionnaires, the Forer Sentence Completion Test (FSCT), and Focus Group Discussions (FGD) involving students, teachers, and parents. The findings revealed maladaptive thinking patterns, emotional instability, and impaired social functioning influenced by individual, family, and school-related factors. A group-based psychoeducational intervention incorporating cognitive restructuring, self-identity strengthening, and interpersonal skills training was conducted across three sessions. Evaluation results indicated improvements in emotional regulation, self-acceptance, communication skills, and adaptive decision-making. However, sustained behavioral recovery requires continuous support from families, schools, and the broader community to maintain long-term positive outcome.  
Psikoedukasi Regulasi Emosi pada Anak Broken Home di Sanggar Kegiatan Belajar Kota X Mulisida; IGAA Noviekayati; Tatik Imadatus Sa’adati
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v4i1.1637

Abstract

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan emosional peserta didik di SPNF SKB Kota X serta pelaksanaan intervensi berbasis psikoedukasi sebagai upaya peningkatan kemampuan regulasi emosi. Latar belakang penelitian didasari oleh temuan adanya kesulitan anak dalam mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi yang berkaitan dengan dinamika keluarga, khususnya pola asuh yang kurang konsisten dan kondisi keluarga tidak harmonis. Metode yang digunakan berupa asesmen kualitatif melalui observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan kuesioner persepsi anak terhadap orang tua. Berdasarkan hasil asesmen, intervensi dilakukan pada tiga level, yaitu anak, orang tua, dan guru. Intervensi kepada anak dilaksanakan melalui psikoedukasi regulasi emosi, sementara orang tua memperoleh psikoedukasi pola asuh efektif disertai buku saku, serta guru mendapatkan penguatan peran pendampingan psikologis awal. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan kesadaran emosi, keberanian mengekspresikan perasaan, serta pemahaman awal strategi regulasi emosi yang lebih adaptif. Meskipun demikian, perubahan perilaku memerlukan penguatan berkelanjutan melalui dukungan keluarga dan sekolah. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi kolaboratif dalam mendukung kesejahteraan psikologis peserta didik pendidikan nonformal.