Kelurahan K merupakan wilayah dengan status "waspada" penyalahgunaan narkoba, di mana kecemasan orang tua terhadap risiko lingkungan memicu pola asuh otoriter dan komunikasi satu arah yang justru menciptakan jarak emosional dengan remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi interpersonal orang tua melalui edukasi regulasi diri sebagai upaya pencegahan perilaku berisiko pada remaja. Peserta kegiatan adalah 13 orang tua yang memiliki anak usia remaja di wilayah Kelurahan K. Metode pelaksanaan dilakukan melalui psikoedukasi bertajuk "Regulasi Diri, Fondasi Aman" yang mencakup pemaparan materi perkembangan remaja serta pelatihan teknik Stop & Observe (S&O) dan validasi emosional. Keberhasilan program diukur melalui perbandingan pre-test dan post-test untuk melihat tingkat kepercayaan diri (self-efficacy) peserta dalam mengelola emosi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada self-efficacy orang tua, di mana sebelum intervensi hanya 4 orang yang merasa yakin dalam bereaksi tenang, meningkat menjadi 7 orang pada kategori sangat yakin setelah intervensi. Selain itu, peserta menunjukkan perubahan pemahaman dari pola asuh reaktif menjadi suportif. Disarankan bagi perangkat kelurahan dan PUSPAGA setempat untuk melakukan pendampingan berkelanjutan guna menjaga konsistensi praktik komunikasi suportif orang tua di lingkungan rumah.
Copyrights © 2026