Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen pengukuran keterampilan pemecahan masalah (problem solving skills) berbasis langkah Poyla pada materi Kerajaan Islam di Indonesia untuk peserta didik kelas X SMA. Masalah utama yang mendasari penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik akibat instrumen penilaian sejarah yang masih didominasi oleh hafalan fakta (LOTS). Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Kualitas instrumen diukur berdasarkan kriteria Nieveen yang meliputi validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Validasi ahli (pedagogi, evaluasi dan materi) menyatakan instrumen sangat layak dengan rata-rata skor di atas 80%; (2) Instrumen dinyatakan sangat praktis berdasarkan angket respon guru (4,15) dan peserta didik (3,75); (3) Instrumen terbukti efektif dengan capaian rata-rata skor pemecahan masalah 83,63 dan ketuntasan klasikal mencapai 94%. Analissi data menunjukkan bahwa instrumen ini mampu menjembatani kesejangan kognitif di kelas yang keterogen (SD 7,99). Kesimpulannya, integrasi langkah Poyla dalam studi kasus sejarah berhasil mentransformasi paradigma belajar dari hafalan naratif menjadi analisis sistematis, sehingga layak digunakan sebagai instrumen evaluasi inovatif dalam Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2026