Jurnal Veteriner
Vol. 27 No. 1 (2026)

Dampak Dosis Etilen Glikol Terhadap Kualitas Semen Ayam Gaga dan Pengamatan Ultrastruktur Pascakriopreservasi

Robbaani, Muhammad (Unknown)
Khaeruddin, Khaeruddin (Unknown)
Rachmawati, Achadiah (Unknown)
Yekti, Aulia Puspita Anugra (Unknown)
Nursita, Ita Wahju (Unknown)
Wahjuningsih, Sri (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Mar 2026

Abstract

Penelitian mengenai etilen glikol (EG) untuk kriopreservasi semen ayam gaga masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek EG sebagai krioprotektan spermatozoa selama proses pembekuan (kriopreservasi)  maupun pencairan (thawing)Penelitian ini menggunakan perlakuan yang mencakup 7% dimetil sulfoksida (DMSO) sebagai kontrol (P0), 5% EG (P1), 7% EG (P2), dan 9% EG (P3), masing-masing perlakuan dengan 10 ulangan dalam pengencer Ringer laktat kuning telur (RLKT). Evaluasi meliputi pengamatan pada sejumlah parameter antara lain, motilitas spermatozoa, viabilitas, abnormalitas, recovery rate, penurunan viabilitas pasca-pencairan, peningkatan abnormalitas dan ultrastruktur spermatozoa melalui pengamatan pada Field Emission-Scanning Electron Microscope (FE-SEM). Semen diperoleh dari tiga ayam gaga jantan berumur 10–12 bulan. Semen dikoleksi dengan metode pijat (massage). Semen yang diperoleh diencerkan dan diekuilibrasi (5°C, 2 jam),  pre-freezing (10 menit) dan disimpan dalam nitrogen (N2) cair (−196°C, 24 jam), dan dilakukan pengenceran (thawing) (37°C, 30 detik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa EG secara signifikan memengaruhi motilitas dan viabilitas spermatozoa pascapencairan (P < 0,05), tetapi tidak memengaruhi abnormalitas (P > 0,05). Spermatozoa pada perlakuan kontrol (P0) memiliki nilai recovery rate tertinggi dan penurunan viabilitas terendah, sementara EG 7% (P2) memberikan nilai recovery rate terendah. Penurunan viabilitas spermatozoa tertinggi terjadi pada EG 9% (P3). Abnormalitas spermatozoa terendah terjadi pada perlakuan EG 5% (P1) dan tertinggi pada perlakuan EG 9% (P3). Pemeriksaan FE-SEM menunjukkan adanya kerusakan pada akrosom spermatozoa setelah pembekuan dan sebagian besar bagian tengah masih utuh.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

juvet

Publisher

Subject

Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Veterinary

Description

Jurnal Veteriner is a scientific journal encompassing animal science aspects, published since 2000, and until now is consistently published four times a year in March, June, September, and December by Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University, associated with Association of Veterinarian ...