Ita Wahju Nursita
Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Kepadatan Kandang Terhadap Presentase Lemak Abdominal, Perilaku Istirahat, dan Kelainan Kaki Broiler Di Kandang Terbuka Maulana, Muhammad Ridhwan; Nursita, Ita Wahju
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.02.6

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepadatan kandang terhadap persentase lemak perut, perilaku istirahat, dan kelainan kaki pada ayam broiler. Penelitian ini menggunakan 180 ekor ayam pedaging strain Cobb dengan tingkat kepadatan kandang berbeda yaitu (P1) 6 ekor ayam pedaging/m², (P2) 8 ekor ayam pedaging/m², (P3) 10 ekor ayam pedaging/m², dan (P4) 12 ekor ayam pedaging/m². Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analisis ragam (Analysis of Variance) dan apabila berbeda nyata maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) terhadap persentase lemak abdominal, perilaku istirahat dan kelainan kaki pada ayam broiler. Rata-rata persentase lemak perut pada P1 (0,86%), P2 (0,74%), P3 (1,14%), dan P4 (0,58%). Rata-rata perilaku istirahat adalah (P1) 0,77 kali/ekor/jam, (P2) 0,75 kali/ekor/jam, (P3) 0,81 kali/ekor/jam, dan (P4) 0,84 kali/ekor/jam pengamatan dan kelainan kaki pada ayam pedaging menunjukkan skor rata-rata pada P1 (3,8), P2 (1,8), P3 (2,8), dan P4 (4,2). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepadatan kandang yang terbaik adalah 8 ekor/m2 berdasarkan persentase lemak perut, perilaku istirahat dan kelainan kaki. Disarankan bagai peternak yang akan memelihara broiler dengan sistem terbuka maka dapat digunakan kepadatan kandang 8 ekor/m2.  Penelitian sejenis dapat dilanjutkan pada sistem kandang tertutup.
Pengaruh Penggunaan Berbagai Model Feeder Terhadap Performa Produksi Parent Stock Ayam Pedaging Lohmann Nursita, Ita Wahju; Budianto, Nadhoveza
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2023.024.02.5

Abstract

Salah satu faktor yang ditargetkan dalam pemeliharaan parent stock adalah keseragaman bobot badan. Keseragaman salah satunya dipengaruhi oleh konsumsi pakan pada sistem pemeliharaan koloni. Konsumsi pakan sangat bergantung pada model feeder yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model feeder yang berbeda terhadap performa produksi broiler parent stock. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental rancangan acak lengkap sub-sampling dengan 3 perlakuan (pan feeder, chain feeder, dan covinc feeder) dan 4 ulangan dengan 7 kali pengamatan. Data dianalisis secara statistik dengan analysis of variance. Apabila terdapat pengaruh yang nyata akan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model feeder yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap hen day production. Rata-rata hen day production adalah 58,2 ± 1,45%. Hasil penelitian ini juga menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap produksi telur tetas dan berat telur. Nilai rata-rata produksi telur tetas sebesar 99,2 ± 0,3% dan rata-rata berat telur sebesar 58,8 ± 0,85 gram. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahwa perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah menggunakan pan feeder.
Effect of Harvesting Age on Walking Ability, Pododermatitis, Carcass Percentage, Abdominal Fat Percentage, And Revenue/Cost Ratio of Broiler Chickens Nursita, Ita Wahju; Putra, Donisius Adonara
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.01.9

Abstract

This study was conducted to evaluate the effect of harvesting age on walking ability, pododermatitis, carcass percentage, abdominal fat percentage, and revenue/cost (R/C) ratio in broiler chickens. Three groups of five thousand Cobb chickens were reared until slaughter at ages 21 days (T1), 28 days (T2), and 35 days (T3), specifically for animal welfare and carcass quality variables using a sample of 15 chickens. The different harvesting ages did not show a different effect on the ability to walk broiler chickens which was marked by the acquisition of a score of 0, namely the chickens walked normally without detectable abnormalities in all treatments. Different harvesting ages had a highly significant effect (P < 0.01) on pododermatitis, carcass percentage, and abdominal fat percentage of broiler chickens. Pododermatitis score of T1, T2, and T3 was 1.00 ± 0.00, 1.20 ± 0.45, and 2.40 ± 0.55, respectively. Carcass percentage of T1, T2, and T3 was 65.26 ± 3.30%, 71.30 ± 17.00%, and 76.54 ± 3.00%, respectively. Abdominal percentage of T1, T2, and T3 was 1.34 ± 0.05%, 1.58 ± 0.22%, and 2.18 ± 0.08%, respectively. As for the R/C ratio obtained by each treatment sequentially 1.06, 1.16, and 1,09 for T1, T2, and T3, respectively. It could be concluded that harvesting ages have an impact on several factors such as pododermatitis, carcass percentage, abdominal fat percentage, and R/C ratio, but have no impact on the walking ability of broiler. The highest score of R/C ratio is obtained by T2 which shows that the greatest profit is obtained in harvesting chickens aged 28 days.