Ita Wahju Nursita
Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Kepadatan Kandang Terhadap Presentase Lemak Abdominal, Perilaku Istirahat, dan Kelainan Kaki Broiler Di Kandang Terbuka Maulana, Muhammad Ridhwan; Nursita, Ita Wahju
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.02.6

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepadatan kandang terhadap persentase lemak perut, perilaku istirahat, dan kelainan kaki pada ayam broiler. Penelitian ini menggunakan 180 ekor ayam pedaging strain Cobb dengan tingkat kepadatan kandang berbeda yaitu (P1) 6 ekor ayam pedaging/m², (P2) 8 ekor ayam pedaging/m², (P3) 10 ekor ayam pedaging/m², dan (P4) 12 ekor ayam pedaging/m². Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analisis ragam (Analysis of Variance) dan apabila berbeda nyata maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) terhadap persentase lemak abdominal, perilaku istirahat dan kelainan kaki pada ayam broiler. Rata-rata persentase lemak perut pada P1 (0,86%), P2 (0,74%), P3 (1,14%), dan P4 (0,58%). Rata-rata perilaku istirahat adalah (P1) 0,77 kali/ekor/jam, (P2) 0,75 kali/ekor/jam, (P3) 0,81 kali/ekor/jam, dan (P4) 0,84 kali/ekor/jam pengamatan dan kelainan kaki pada ayam pedaging menunjukkan skor rata-rata pada P1 (3,8), P2 (1,8), P3 (2,8), dan P4 (4,2). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepadatan kandang yang terbaik adalah 8 ekor/m2 berdasarkan persentase lemak perut, perilaku istirahat dan kelainan kaki. Disarankan bagai peternak yang akan memelihara broiler dengan sistem terbuka maka dapat digunakan kepadatan kandang 8 ekor/m2.  Penelitian sejenis dapat dilanjutkan pada sistem kandang tertutup.
Pengaruh Penggunaan Berbagai Model Feeder Terhadap Performa Produksi Parent Stock Ayam Pedaging Lohmann Nursita, Ita Wahju; Budianto, Nadhoveza
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2023.024.02.5

Abstract

Salah satu faktor yang ditargetkan dalam pemeliharaan parent stock adalah keseragaman bobot badan. Keseragaman salah satunya dipengaruhi oleh konsumsi pakan pada sistem pemeliharaan koloni. Konsumsi pakan sangat bergantung pada model feeder yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model feeder yang berbeda terhadap performa produksi broiler parent stock. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental rancangan acak lengkap sub-sampling dengan 3 perlakuan (pan feeder, chain feeder, dan covinc feeder) dan 4 ulangan dengan 7 kali pengamatan. Data dianalisis secara statistik dengan analysis of variance. Apabila terdapat pengaruh yang nyata akan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model feeder yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap hen day production. Rata-rata hen day production adalah 58,2 ± 1,45%. Hasil penelitian ini juga menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap produksi telur tetas dan berat telur. Nilai rata-rata produksi telur tetas sebesar 99,2 ± 0,3% dan rata-rata berat telur sebesar 58,8 ± 0,85 gram. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahwa perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah menggunakan pan feeder.
Effect of Harvesting Age on Walking Ability, Pododermatitis, Carcass Percentage, Abdominal Fat Percentage, And Revenue/Cost Ratio of Broiler Chickens Nursita, Ita Wahju; Putra, Donisius Adonara
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.01.9

Abstract

This study was conducted to evaluate the effect of harvesting age on walking ability, pododermatitis, carcass percentage, abdominal fat percentage, and revenue/cost (R/C) ratio in broiler chickens. Three groups of five thousand Cobb chickens were reared until slaughter at ages 21 days (T1), 28 days (T2), and 35 days (T3), specifically for animal welfare and carcass quality variables using a sample of 15 chickens. The different harvesting ages did not show a different effect on the ability to walk broiler chickens which was marked by the acquisition of a score of 0, namely the chickens walked normally without detectable abnormalities in all treatments. Different harvesting ages had a highly significant effect (P < 0.01) on pododermatitis, carcass percentage, and abdominal fat percentage of broiler chickens. Pododermatitis score of T1, T2, and T3 was 1.00 ± 0.00, 1.20 ± 0.45, and 2.40 ± 0.55, respectively. Carcass percentage of T1, T2, and T3 was 65.26 ± 3.30%, 71.30 ± 17.00%, and 76.54 ± 3.00%, respectively. Abdominal percentage of T1, T2, and T3 was 1.34 ± 0.05%, 1.58 ± 0.22%, and 2.18 ± 0.08%, respectively. As for the R/C ratio obtained by each treatment sequentially 1.06, 1.16, and 1,09 for T1, T2, and T3, respectively. It could be concluded that harvesting ages have an impact on several factors such as pododermatitis, carcass percentage, abdominal fat percentage, and R/C ratio, but have no impact on the walking ability of broiler. The highest score of R/C ratio is obtained by T2 which shows that the greatest profit is obtained in harvesting chickens aged 28 days.
Effects of Fermented Cow Manure Combined with Broiler Starter Feed on Growth Performance and Reproductive Traits of Black Soldier Fly (Hermetia illucens) Wiyoso, Shelfia Anggraini; Wahjuningsih, Sri; Nursita, Ita Wahju; Rahmawati, Achadiyah; Heraini, Dela; Isnaini, Nurul
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 35 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2025.035.03.12

Abstract

    This study aimed to evaluate the effect of combining fermented cow manure with broiler starter feed on BSF growth and reproduction. Cow manure was fermented for 7 days using EM4 and molasses, then mixed with broiler feed at ratios of T0 (100% manure), T1 (75:25), T2 (50:50), T3 (25:75), and T4 (100% feed). A Complete Random Design with three replicates was used in this study. Growth parameters (weight, length, and width of larvae) were observed on days 14, 21, and 28, while reproductive parameters included egg diameter, hatchability, and quality of early larvae. The results showed that an increase in feed proportion significantly improved larval growth (p < 0.05), with T4 providing the best results. The egg size did not differ significantly, but T4 had the highest hatchability (98.2%). Improved nutrient availability enhances females' energy reserves and promotes ovarian development. Fermentation also improves nutrient digestibility and the substrate's attractiveness for oviposition. The addition of broiler feed to fermented cow manure can improve the growth and reproductive performances of BSF, therefore, it could support a more productive and sustainable cultivation system.
Evaluasi Efektivitas Cuka Apel Sebagai Desinfektan Ramah Lingkungan Terhadap Indeks Telur, Susut Tetas Dan Mortalitas DOD Pada Penetasan Itik Mojosari Nurwahyuni, Eka; Nursita, Ita Wahju; Saputra, Agtus Pratama; Kiroh, Laila Tadz; Astuti, Natasya Ika
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.02.6

Abstract

Sanitasi telur tetas itik Mojosari merupakan langkah penting untuk mencegah kontaminasi mikroba dan meningkatkan keberhasilan penetasan. Penggunaan desinfektan alami  yang ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan dapat digunakan sebagai pengganti desinfektan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji indeks bentuk telur, susut tetas dan mortalitas Day Old Duck sebagai respon terhadap pengggunaan desinfektan alami untuk sanitasi berupa cuka apel yang berperan sebagai alternatif bahan pengganti desinfetan kimia. Penelitian ini menggunakan 300 butir telur itik Mojosari yang telah di seleksi berdasarkan grade telur, bobot telur dan indeks telur. Perlakuan yang diterapkan terdiri atas P0 (kontrol), serta cuka apel P1 (1,5%), P2 (2,5%), P3 (4%), dan P4 (5%). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali, dan pada setiap ulangan digunakan 12 butir telur. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengetahui pengaruh penggunaan desinfektan kimia dan desinfektan cuka apel terhadap variabel yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata indeks telur itik Mojosari sebesar 78,61%. Rata-rata susut tetas sebesar 11,84 ± 1,19% hingga 14,05 ± 1,98%. Penggunaan desinfektan alami cuka apel tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap mortalitas dan susut tetas Day Old Duck. Temuan ini mengindikasikan bahwa desinfektan alami cuka apel dapat digunakan sebagai alternatif bahan pengganti densifektan kimia dalam proses penetasan telur tetas itik Mojosari.