Pembelajaran biologi pada pendidikan tinggi, khususnya program pendidikan calon guru menuntut pendekatan yang komprehensif yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep keilmuan, tetapi juga pada kemampuan mengaitkan pengetahuan ilmiah dengan konteks sosial dan budaya peserta didik secara bermakna. Namun, praktik pembelajaran biologi masih cenderung bersifat teoritis dan kurang kontekstual sehingga mengurangi kebermaknaan belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan merumuskan desain konseptual model pembelajaran Anging Mammiri (AMM) dalam pembelajaran biologi berbasis budaya lokal Bugis-Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian pengembangan yang dibatasi pada tahap perancangan kerangka konseptual model dengan metode kualitatif-deskriptif. Data diperoleh melalui kajian literatur, wawancara semi terstruktur, serta sintesis teori belajar dan nilai budaya Anging Mammiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain konseptual model AMM berlandaskan sintesis teori belajar bermakna, konstruktivisme, sosiokultural, koneksionisme, dan teori memori jangka panjang. Model ini mengintegrasikan enam nilai budaya Anging Mammiri ke dalam sintaks pembelajaran yaitu Mammanu-manu, Mappese-pese, Assamaturu’, Tudang Sipulung, Mappadendang, dan Sipakainga, yang merepresentasikan tahapan eksplorasi, investigasi, kolaborasi, musyawarah, apresiasi hasil, dan refleksi diri. Desain konseptual AMM berpotensi mendukung pembelajaran biologi yang kontekstual, bermakna, serta berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir kritis dan karakter calon guru biologi. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan awal bagi pengembangan dan pengujian empiris model pembelajaran berbasis budaya lokal di pendidikan tinggi.
Copyrights © 2026