Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pengembangan aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan karakter, terutama akhlak, yang memiliki peran penting dalam mendukung kemampuan berpikir kritis di era digital. Kemampuan berpikir kritis diperlukan agar santri mampu menyaring informasi, memahami permasalahan secara mendalam, serta mengambil keputusan secara bijak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan akhlak terhadap kemampuan berpikir kritis santri di lingkungan pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier sederhana yang diolah menggunakan aplikasi SPSS versi 27. Sampel penelitian berjumlah 60 santri Pondok Pesantren Jamâiyyah Islamiyyah yang berlokasi di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Data kedua variabel dikumpulkan melalui instrumen non-tes berupa kuesioner yang disusun untuk mengukur tingkat pendidikan akhlak dan kemampuan berpikir kritis santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0,441 yang termasuk dalam kategori hubungan sedang. Kontribusi pendidikan akhlak terhadap kemampuan berpikir kritis sebesar 19,4%, sedangkan 80,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Uji signifikansi menunjukkan nilai 0,000 < 0,05 dengan persamaan regresi Y = 0,411X + 22,26, yang menunjukkan bahwa pendidikan akhlak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis santri.
Copyrights © 2026