Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Edukasi Manfaat Tindak Lanjut Kolaboratif Hasil Supervisi Pendidikan Sebagai Strategi Pencapaian Standar Nasional Pendidikan Fauzi, M. Asif Nur; Apip, Moch.; Warta, Waska
Al Mu'azarah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): September
Publisher : Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/almuazarah.v1i1.1282

Abstract

Community Service (PKM) was initiated by the importance of education which is a pillar of sustainable national development. So quality education is an idea to produce superior output. So collaborative steps are needed to make this happen with follow-up educational supervision to achieve National Education Standards. This service is carried out using an awareness method through policy education given to service participants who are teachers, students and staff from SMA Kartika X-1 Jakarta. Based on the results of the education provided to community service participants at SMA Kartika If it is related to the educational follow-up activities that are implemented, namely the Management Review Plan (RTM) and Follow-up Plan (RTL). Meanwhile, if examined from the aspect of school reputation, this follow-up activity is oriented towards improving the positive image of the school through demonstrated academic quality
Aktualisasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Berbasis Pendidikan Islam dalam Peningkatan Kualitas Mutu Sekolah Komara, Endang; Apip, Moch.; Sukamto; Marup
Adabuna : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Vol 3 No 1 (2023): December
Publisher : Program Pascasarjana Institut Agama Islam (IAI) Darullughah Wadda'wah Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/adabuna.v3i1.1261

Abstract

This research aims to describe the application of the concept of school-based manajement (SBM) as an effort to create superior schools. This is done to build the school's existence in terms of institutional competitiveness and to realize the competitiveness of superior graduates. This research was conducted using research with a qualitative descriptive approach. Data collection was carried out using observation, interviews and documentation methods. Data analysis used after the data is collected is through data reduction, data presentation and drawing conclusions. Based on the results of research conducted, it is hoped that the implementation of SBM can strengthen the participation of all parties in education manajement and create an inclusive, transparent and accountable educational environment in collaboration with all stakeholders. This collaboration aims to improve the quality of education, involving all parties involved and achieving a common goal in creating an SBM concept that is oriented towards superior school quality so that it has an impact on the competitiveness of the graduates produced.
Peran Teknologi AI Dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Nabila, Nila Amalia; Munali, Munali; Apip, Moch.
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.518

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan dengan mempermudah akses informasi, sumber belajar, dan penyelesaian tugas secara cepat tanpa batas ruang dan waktu. Kehadiran AI membuat proses pembelajaran lebih fleksibel, namun juga berpotensi menimbulkan ketergantungan jika tidak diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan etika digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran AI dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa yang meliputi kemampuan mengevaluasi informasi, menilai kualitas informasi, dan menarik kesimpulan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan sampel 60 siswa yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner 15 butir dan wawancara selama satu bulan, lalu dianalisis menggunakan persentase. Hasil menunjukkan sebagian besar indikator memperoleh skor di atas 95% dengan kategori sangat baik. Namun, kemampuan membedakan fakta, opini, dan asumsi (95%) serta menyaring informasi relevan sebelum menyimpulkan (97%) masih perlu diperkuat. Temuan ini menegaskan pentingnya literasi digital dan pembiasaan berpikir kritis dalam pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan.
Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Motivasi Belajar Siswa Ramadhani, Kaila Putri; Munali, Munali; Apip, Moch.
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.519

Abstract

Lingkungan sekolah merupakan faktor eksternal yang berperan dalam membentuk motivasi belajar siswa. Kondisi sekolah yang kondusif dari aspek fisik, sosial, dan akademik dapat menciptakan rasa nyaman, aman, serta dukungan yang mendorong semangat belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berdasarkan dimensi lingkungan fisik, sosial, akademik, serta motivasi belajar yang mencakup ketekunan dan minat belajar, kemudian dianalisis dengan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,444 yang termasuk kategori sedang. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,197 menunjukkan bahwa lingkungan sekolah berkontribusi 19,7% terhadap motivasi belajar, sedangkan 80,3% dipengaruhi faktor lain. Nilai signifikansi 0,000 < 0,05 menandakan adanya pengaruh signifikan. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 47,290 + 0,241X. Temuan ini menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan kondusif guna meningkatkan motivasi belajar. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel seperti dukungan keluarga dan self-efficacy serta memperluas responden agar hasil lebih komprehensif.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Perilaku Generasi Milenial Zahra, Fatimah Az; Hidayatullah, Muhammad Alif; Munali, Munali; Apip, Moch.
Journal of Golden Generation Engineering Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026 : Journal of Golden Generation Engineering
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggengineering.v2i2.520

Abstract

Perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial, telah memengaruhi pola pikir, perilaku, dan interaksi sosial generasi milenial. Tingginya intensitas penggunaan menjadikan media sosial tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai pembentuk karakter dan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media sosial terhadap generasi milenial menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana. Sampel terdiri dari 60 responden yang dipilih melalui probability sampling dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berdasarkan dimensi kemudahan akses, kualitas informasi, interaktivitas, frekuensi penggunaan, etika, dan kesadaran digital, kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi sebesar 0,543 (kategori cukup kuat). Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,295 mengindikasikan bahwa media sosial berkontribusi 29,5% terhadap variabel generasi milenial, sementara 70,5% dipengaruhi faktor lain. Nilai signifikansi 0,000 < 0,05 menandakan adanya pengaruh signifikan, dengan persamaan regresi Y = 33,389 + 0,414X. Implikasi penelitian menekankan pentingnya literasi digital dan kesadaran etika dalam penggunaan media sosial. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas variabel, jumlah, dan cakupan responden agar hasil lebih komprehensif dan memiliki generalisasi lebih luas.