Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja pengelolaan aset Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan menggunakan Public Asset Management Framework (PAMF) yang mencakup empat elemen utama: identifikasi aset, analisis kebutuhan, siklus hidup aset, dan pengukuran kinerja. Penelitian ini menggunakan data publik dari BPK, BPS, Kemendagri, dan PUPR yang dianalisis secara deskriptif-kualitatif melalui triangulasi dokumen, wawancara, dan instrumen penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi aset telah dilakukan secara rutin, namun kualitas data masih rendah akibat ketidaktepatan informasi teknis, aset yang tidak ditemukan, serta ratusan bidang tanah yang belum bersertifikat. Analisis kebutuhan aset belum berbasis data utilisasi maupun kebutuhan layanan publik. Manajemen siklus hidup aset masih bersifat reaktif, ditandai dengan pemeliharaan yang tertunda dan menurunnya kondisi infrastruktur. Pengukuran kinerja merupakan aspek terlemah karena belum terdapat indikator aset yang terintegrasi dalam sistem akuntabilitas pemerintah. Secara keseluruhan, pengelolaan aset Provinsi Kalimantan Tengah masih berada pada tahap administratif dan belum berkembang menjadi manajemen aset strategis. Temuan penelitian ini memberikan dasar bagi perbaikan sistem, peningkatan kapabilitas kelembagaan, serta penguatan tata kelola aset daerah
Copyrights © 2026