Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar menuntut transformasi peran guru dari instruktur menjadi fasilitator guna mengatasi krisis motivasi pascapandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran strategis guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada konteks implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan informan utama, Bapak Hasim Saleh, S.Pd. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan simpulan menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru bertransformasi menjadi arsitek pengalaman belajar melalui tiga dimensi utama: fasilitator pembelajaran berdiferensiasi, inovator digital melalui pemanfaatan media interaktif seperti e-comic, dan katalisator karakter dalam proyek P5. Temuan menunjukkan bahwa asesmen diagnostik dan pemenuhan kebutuhan otonomi siswa terbukti efektif mengubah motivasi eksternal menjadi motivasi intrinsik. Meskipun dihadapkan pada tantangan administratif, resiliensi dan pendekatan humanis guru menjadi kunci keberhasilan adaptasi kurikulum. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kolaborasi dalam komunitas belajar untuk mengoptimalkan strategi motivasi yang adaptif di era Merdeka Belajar
Copyrights © 2026