Latar Belakang penelitian ini Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman yang dibudidayakan di pekarangan rumah atau lingkungan sekitar yang memiliki khasiat obat. Pemanfaatannya meliputi Pengobatan tradisional yaitu sebagai alternatif atau pendamping pengobatan modern. Penggunaan TOGA tidak terlepas dari permasalahan yaitu kurangnya pengetahuan, kesalahan identifikasi tanaman atau dosis berisiko yang dapat menyebabkan keracunan (misalnya daun saga yang mirip dengan tanaman beracun). Munculnya interaksi dengan obat kimia, budidaya tidak optimal sehingga tanaman terkontaminasi pestisida atau logam berat jika ditanam di lingkungan tercemar. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Bandar Lor melalui sosialisasi Pemanfaatan TOGA. Metode: Sosialisasi/ pemaparan materi kepada masyarakat Desa Bandar Lor yang diawali dengan memberikan pretest kepada peserta, dilanjutkan dengan sosialisasi, tanya jawab dan diakhiri dengan postest. Hasil dan kesimpulan: Pemahaman masyarakat di Desa Bandar Lor, Kota Kediri mengenai pemanfaatan tanaman herbal atau ramuan jamu sebagai terapi pendamping hipertensi meningkat dari rata-rata 60% menjadi 84%.
Copyrights © 2026