Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALGESIC POTENTIAL OF ETHANOL EXTRACT OF KETAPANG LEAVES (Terminalia catappa L.) ON MICE USING THE HOTPLATE METHOD Hesturini, Rosa Juwita; Anjani, Ade Giriayu; Briandini Dwi Astuti; Afdyta Doria Bilhis
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 5 No 2 (2025): November 2025
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Pain is a sensory experience from tissue damage that can occur over a certain duration. Pain management is generally carried out by administering analgesic drugs. Ketapang leaves have potential as a natural analgesic alternative. Objective: To evaluate the analgesic activity of ketapang leaf extract in male white mice. Methods: A total of 15 mice were divided into five groups: 0.5% Na CMC as a negative group, a positive control Asetil salisilat acid 500 mg/KgBW, and three treatment groups given sampel at doses of 300 mg/KgBW, 400 mg/KgBW, and 500 mg/KgBW. The analgesic test was conducted using the hot plate methog, and the mice's response to heat stimulus was observed for 60 minutes after oral suspension administration. Results: Extract at various doses significantly increased the latency period of the mice compared to the negative control group. The highest latency period was shown by the 500 mg/KgBW dose, which was 9.39 seconds. This suspected activity is due to the content of flavonoid, alkaloid, saponin, and steroid compounds, which may blockade of the cyclooxygenase pathway. Conclusion: The extract of ketapang leaves possesses analgesic percentages of 33%, 36%, and 55%, respectively. The most effective dose was 500 mg/KgBW, with an analgesic percentage of 55%.
Sosialisasi Warisan Pengobatan Alami “TOGA” sebagai Pendamping Kesehatan Keluarga hesturini, Rosa Juwita; Dyah Aryantini; Krisna Kharisma Pertiwi; Fita Sari; Briandini Dwi Astuti
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 8 No. 1 (2026): .
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang penelitian ini Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman yang dibudidayakan di pekarangan rumah atau lingkungan sekitar yang memiliki khasiat obat. Pemanfaatannya meliputi Pengobatan tradisional yaitu sebagai alternatif atau pendamping pengobatan modern. Penggunaan TOGA tidak terlepas dari permasalahan yaitu kurangnya pengetahuan, kesalahan identifikasi tanaman atau dosis berisiko yang dapat menyebabkan keracunan (misalnya daun saga yang mirip dengan tanaman beracun). Munculnya interaksi dengan obat kimia, budidaya tidak optimal sehingga tanaman terkontaminasi pestisida atau logam berat jika ditanam di lingkungan tercemar. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Bandar Lor melalui sosialisasi Pemanfaatan TOGA. Metode: Sosialisasi/ pemaparan materi kepada masyarakat Desa Bandar Lor yang diawali dengan memberikan pretest kepada peserta, dilanjutkan dengan sosialisasi, tanya jawab dan diakhiri dengan postest. Hasil dan kesimpulan: Pemahaman masyarakat di Desa Bandar Lor, Kota Kediri mengenai pemanfaatan tanaman herbal atau ramuan jamu sebagai terapi pendamping hipertensi meningkat dari rata-rata 60% menjadi 84%.