Background: Pembinaan kader muda Katolik merupakan kebutuhan mendesak dalam mendukung keberlanjutan pelayanan iman di komunitas umat basis, khususnya di Paroki St. Matias Rasul Tofa Keuskupan Agung Kupang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali orang muda agar mampu bertransformasi dari peserta doa menjadi fasilitator doa dan pendamping katekese. Metode: Pembinaan kader muda Katolik merupakan kebutuhan mendesak dalam mendukung keberlanjutan pelayanan iman di komunitas umat basis, khususnya di Paroki St. Matias Rasul Tofa Keuskupan Agung Kupang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali orang muda agar mampu bertransformasi dari peserta doa menjadi fasilitator doa dan pendamping katekese. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa model pembinaan partisipatif ini efektif meningkatkan ketrampilan komunikasi pastoral, kemampuan memimpin doa bersama, serta keberanian dalam mendampingi katekese. Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh skor pemahaman, ketrampilan memimpin doa dan kesiapan pendampingan katekese peserta yang meningkat dari 40% pada Pre-Test menjadi 78% pada Post-Test. Keunggulan kegiatan terletak pada kesesuaiannya dengan kebutuhan umat basis, meskipun kelemahannya adalah durasi waktu yang singkat sehingga materi belum sepenuhnya mendalam. Kesimpulan: Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya kapasitas kader muda serta peluang terbentuknya jejaring pendamping pastoral muda di tingkat paroki. Disarankan agar program ini dilaksanakan secara berkesinambungan dengan pendampingan rutin, sehingga kualitas kader semakin mendalam dan selaras dengan dinamika iman umat.
Copyrights © 2026