Ibadah haji bukan hanya sekadar kewajiban religius, tetapi juga menjadi pengalaman spiritual yang mendalam dan transformatif bagi pemeluknya dan memerlukan persiapan yang sangat matang. Kenyataannya, tidak semua umat muslim memiliki pengetahuan yang cukup, sehingga mengalami kendala ketika hendak menjalankan ibadah haji. Dalam hal ini, mahasiswa merupakan elemen penting dan memiliki posisi yang strategis dalam upaya edukatif di masyarakat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktik serta menjadi solusi bagi kebutuhan mahasiswa yang memerlukan bimbingan haji secara langsung. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan ibadah haji secara mandiri dan penuh penghayatan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode Participation Action Research (PAR). Metode ini di pilih untuk membentuk pemahaman peserta yang baik serta sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka. Program dilaksanakan dalam bentuk pendampingan dan pelatihan. Partisipan dalam kegiatan ini adalah mahasiswa di dua perguruan tinggi yakni Perguruan Tinggi Darul Ma’arif Pattani Thailand dan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini telah berjalan dengan baik. Penggunaan model pembelajaran berbasis praktik (practice based learning) dalam program pengabdian ini telah menunjukkan hasil capaian yang signifikan. Peserta pendampingan berhasil menunjukkan capaian yang baik dalam aspek teoritis maupun aplikasinya pada simulasi praktik ibadah haji. Penggunaan teknologi yang lebih canggih serta pengembangan materi dapat digunakan untuk pelaksanaan program serupa yang lebih baik.
Copyrights © 2026