Pendidikan geografi pada materi litosfer memerlukan alat bantu deskriptif seperti peta yang dapat dielaborasi dengan teknologi geospasial. Namun, pada pelaksanaannya peserta didik masih mengartikan alat bantu tersebut hanya sebagai simbol visual-spasial, mengabaikan informasi analisis spasial komprehensif lain yang lebih dalam. Temuan lain di lapangan juga mengarah pada adanya ketergantungan pada hafalan, sedangkan geografi membutuhkan penalaran kritis, analitis, dan sistematis, terutama dalam mengevaluasi fitur-fitur yang digambarkan pada peta. Di sisi lain, guru diharapkan mengelaborasi dengan deep learning untuk pemrosesan informasi materi pembelajaran geografi secara utuh. Tujuan dari pengabdian ini untuk penguatan kapasitas pedagogi guru dalam mengembangkan keterampilan literasi dan analisis spasial geografi peserta didik. Metode pengabdian menggunakan pelatihan partisipatif (participatory action research) dengan guru yang aktif melakukan kegiatan pelatihan dengan tahapan planning (persiapan), taking action-observation (pelaksanaan) dan reflection-evaluation (refleksi-evaluasi). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa literasi spasial guru meningkat dengan nilai N-Gain 0,64 (sedang). Pada aktivitas pembelajaran, guru dapat mengembangkan soal berbasis literasi spasial OPTIC-SCRAP, serta guru dapat merancang dan mengembangkan aktivitas pembelajaran kelas secara interaktif menggunakan sumber data spasial, yakni peta geologi. Implikasi dari kegiatan yang sudah dilakukan, pelatihan literasi spasial berbasis OPTIC-SCRAP membantu guru memanfaatkan alat bantu deskriptif geografi, yang membuat pembelajaran semakin kontekstual dan relevan dengan perkembangan teknologi, khususnya teknologi geospasial dengan analisis citra dan peta.
Copyrights © 2026