Penguatan karakter religius siswa sekolah dasar menjadi tantangan penting di tengah melemahnya internalisasi nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dipandang sebagai salah satu strategi yang relevan, namun pengelolaannya seringkali belum dilakukan secara sistematis dan optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen program ekstrakurikuler keagamaan dalam meningkatkan karakter religius siswa di SDN Salem dan SDN 1 Parakansalam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling, meliputi kepala sekolah dan guru pembina ekstrakurikuler keagamaan di kedua sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program ekstrakurikuler keagamaan telah dilaksanakan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan program disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan visi sekolah. Pengorganisasian dilakukan melalui pembagian tugas yang jelas antara kepala sekolah dan guru pembina. Pelaksanaan program dilakukan secara konsisten melalui pembiasaan dan keteladanan, seperti kegiatan tadarus dan salat berjamaah, yang berkontribusi terhadap peningkatan kedisiplinan dan sikap religius siswa. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan refleksi berkala, meskipun belum menggunakan indikator yang terstandar secara kuantitatif. Secara keseluruhan, integrasi fungsi manajemen dalam pengelolaan ekstrakurikuler keagamaan berperan penting dalam pembentukan karakter religius siswa, namun memerlukan penguatan sistem evaluasi dan standarisasi prosedur untuk meningkatkan efektivitas program secara berkelanjutan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan indikator karakter religius yang terukur, menggunakan pendekatan kuantitatif atau mixed-method, serta menguji efektivitas model manajemen pada konteks sekolah yang lebih beragam.
Copyrights © 2026