GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
Vol 14, No 1 (2026): APRIL

ANALISIS SEBARAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA PALU

Arhun Gemilang Taqwa (Universitas Tadulako)
Rahmawati Rahmawati (Universitas Tadulako)
Khairurraziq Khairurraziq (Universitas Tadulako)
Widyastuti Widyastuti (Universitas Tadulako)



Article Info

Publish Date
10 Apr 2026

Abstract

Abstrak: Perkembangan kawasan perkotaan di Kota Palu memunculkan tantangan dalam pemenuhan kebutuhan ruang hijau, sehingga diperlukan kajian spasial untuk memahami pola sebaran, kerapatan, distribusi, dan kecukupan ruang terbuka hijau publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran, kerapatan, pola distribusi, serta tingkat kecukupan. Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) di Kota Palu memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Menggunakan analisis berbasis Sistem Informasi Geografis melalui tiga metode, yaitu kernel density, nearest neighbor analysis, dan analisis skoring deskriptif untuk menilai kondisi aktual serta ketimpangan penyediaan ruang hijau antarwilayah. Hasil menunjukkan bahwa Mantikulore dan Palu Selatan merupakan kawasan dengan konsentrasi RTH publik tertinggi, sedangkan Tawaeli, Palu Utara, dan Ulujadi memiliki kerapatan rendah. Nilai NNR < 1 menandakan pola persebaran RTH publik bersifat mengelompok, dengan titik-titik ruang hijau terfokus di kawasan tengah kota. Persentase luas RTH publik per kecamatan juga memperlihatkan ketimpangan, di mana Palu Selatan mencapai 8,95 persen dan Mantikulore 7,96 persen, sementara Tawaeli hanya 0,17 persen, Palu Utara 0,17 persen, dan Ulujadi 0,67 persen. Secara keseluruhan, rata-rata RTH publik Kota Palu hanya 1,03 persen, menegaskan perlunya strategi pengembangan ruang hijau yang lebih merata di seluruh wilayah. Abstract:  The development of urban areas in Palu City presents challenges in meeting the need for green space, necessitating a spatial study to understand the distribution patterns, density, and adequacy of Public Open Green Space. This research aims to analyze the distribution, density, distribution patterns, and adequacy levels. Public Green Open Space (RTHP) in Palu City using Geographic Information System (GIS). Using GIS-based analysis through three methods, namely kernel density, nearest neighbor analysis, and descriptive scoring analysis, to assess the current conditions and disparities in green space provision between regions. The results show that Mantikulore and South Palu are areas with the highest concentration of public green space, while Tawaeli, North Palu, and Ulujadi have low density. An NNR value < 1 indicates a clustered distribution pattern of public green spaces, with green space points concentrated in the central city area. The percentage of public green space area per sub-district also shows disparities, with South Palu reaching 8.95 percent and Mantikulore 7.96 percent, while Tawaeli is only 0.17 percent, North Palu 0.17 percent, and Ulujadi 0.67 percent. Overall, the average public green space in Palu City is only 1.03 percent, emphasizing the need for a more equitable green space development strategy across all areas.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

geography

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences Education

Description

Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher ...