Rahmawati Rahmawati
Universitas Tadulako

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBINAAN KELOMPOK PEMUDA SADAR WISATA (DARWIS) DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA DI KABUPATEN SIGI SULAWESI TENGAH UDUL Yusran Yusran; Dewi Wahyuni; Retno Wulandari; Rahmawati Rahmawati; Kartika Megawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v6i2.2547

Abstract

Obyek ekowisata Taman Bunga Matahari dan Camping Ground Tabingga Hills di Desa Uwemanje merupakan satu-satunya Taman bunga yang ada di Lembah Palu. Taman ini dibangun atas inisiatif beberapa pemuda yang tergabung dalam kelompok Pemuda Sadar Wisata (Darwis) Tabingga Hills. Olehnya itu, dalam rangka pengembangan ekowisata ini kedepan, maka perlu dilakukan pembinaan dan pemberdayaan kelompok pemuda DARWIS. Beberapa permasalahan yang dihadapi mitra yaitu; 1) Teknik budidaya bunga matahari maupun bunga lainnya yang masih sederhana, 2) Ketersediaan benih dan bibit bunga matahari dan bunga lainnya yang kurang, 3) Manajerial wirausaha dan pemasaran ekowisata yang belum professional. Olehnya itu perlu dicarikan solusi-solusi untuk menanganinya. Metode Pendekatan yang ditawarkan adalah dalam bentuk pendidikan dan pelatihan bagi mitra dengan menggunakan metode penyuluhan, pendampingan yang berupa bimbingan teknis dan pembinaan mitra dalam pembudidayaa bunga matahari maupun bunga lainnya mulai benih hingga panen, pembuatan pupuk organic. Hasil dan luaran kegiatan pengabdian yang telah dicapai adalah Terbangunnya Taman Bunga Matahari dan bunga lainnya dengan luas ±0,5 ha secara monokultur dengan berbagai varietas warna, Terbangunnya Lokasi Persemaian Khusus Bunga Matahari maupun bunga lainnya seluar 5m x 7m serta 1500 Bibit Bunga berbagai varietas serta media social sebagai sarana pemasaran
Peningkatan Kualitas Bibit Tanaman Multy Purpose Tree Species (MPTs) Sebagai Upaya Mendukung Kegiatan Rehabilitasi Zulkaidhah Zulkaidhah; Rukmi Rukmi; Ariyanti Ariyanti; Dewi Wahyuni; Abdul Hapid; Rahmawati Rahmawati
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i4.2098

Abstract

Forestry plant nurseries are one of the efforts to support land rehabilitation activities that have been launched by the Government. Nursery activities not only contribute to environmental sustainability but are expected to provide many benefits both economically, environmentally, and socially. The seeds produced are expected to be used to rehabilitate and plant critical land, vacant land, and unproductive land. MPTS types of plants are currently widely used as plants for rehabilitation activities because they have financial advantages, namely high economic value, and are liked by the community. The service method used is counseling, training, and mentoring. Counseling and training include good MPTS plant nursery techniques so they can produce quality seeds, nurseries using quality/certified and selected seeds, using good planting media that can support nutrient availability for seedling growth and how to do top grafting on seedlings MPTS plants to obtain good and quality seeds. The results of the implementation of the Service Results Dissemination Program activities went well and smoothly with 100% realization of the activity. The counseling and training activities carried out included counseling on quality MPTs plant nursery techniques and for training activities carried out procedures for making solid organic fertilizer (compost) and top grafting techniques on MPTs plant seeds. Realization of activities can be seen from the successful shoot grafting seedlings.
ANALISIS SEBARAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA PALU Arhun Gemilang Taqwa; Rahmawati Rahmawati; Khairurraziq Khairurraziq; Widyastuti Widyastuti
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.37298

Abstract

Abstrak: Perkembangan kawasan perkotaan di Kota Palu memunculkan tantangan dalam pemenuhan kebutuhan ruang hijau, sehingga diperlukan kajian spasial untuk memahami pola sebaran, kerapatan, distribusi, dan kecukupan ruang terbuka hijau publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran, kerapatan, pola distribusi, serta tingkat kecukupan. Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) di Kota Palu memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Menggunakan analisis berbasis Sistem Informasi Geografis melalui tiga metode, yaitu kernel density, nearest neighbor analysis, dan analisis skoring deskriptif untuk menilai kondisi aktual serta ketimpangan penyediaan ruang hijau antarwilayah. Hasil menunjukkan bahwa Mantikulore dan Palu Selatan merupakan kawasan dengan konsentrasi RTH publik tertinggi, sedangkan Tawaeli, Palu Utara, dan Ulujadi memiliki kerapatan rendah. Nilai NNR < 1 menandakan pola persebaran RTH publik bersifat mengelompok, dengan titik-titik ruang hijau terfokus di kawasan tengah kota. Persentase luas RTH publik per kecamatan juga memperlihatkan ketimpangan, di mana Palu Selatan mencapai 8,95 persen dan Mantikulore 7,96 persen, sementara Tawaeli hanya 0,17 persen, Palu Utara 0,17 persen, dan Ulujadi 0,67 persen. Secara keseluruhan, rata-rata RTH publik Kota Palu hanya 1,03 persen, menegaskan perlunya strategi pengembangan ruang hijau yang lebih merata di seluruh wilayah. Abstract:  The development of urban areas in Palu City presents challenges in meeting the need for green space, necessitating a spatial study to understand the distribution patterns, density, and adequacy of Public Open Green Space. This research aims to analyze the distribution, density, distribution patterns, and adequacy levels. Public Green Open Space (RTHP) in Palu City using Geographic Information System (GIS). Using GIS-based analysis through three methods, namely kernel density, nearest neighbor analysis, and descriptive scoring analysis, to assess the current conditions and disparities in green space provision between regions. The results show that Mantikulore and South Palu are areas with the highest concentration of public green space, while Tawaeli, North Palu, and Ulujadi have low density. An NNR value < 1 indicates a clustered distribution pattern of public green spaces, with green space points concentrated in the central city area. The percentage of public green space area per sub-district also shows disparities, with South Palu reaching 8.95 percent and Mantikulore 7.96 percent, while Tawaeli is only 0.17 percent, North Palu 0.17 percent, and Ulujadi 0.67 percent. Overall, the average public green space in Palu City is only 1.03 percent, emphasizing the need for a more equitable green space development strategy across all areas.