Kecanduan narkoba merupakan permasalahan serius yang berdampak luas terhadap individu, keluarga, dan masyarakat, serta mengancam kualitas sumber daya manusia. Penyalahgunaan NAPZA bersifat kronis dan kambuhan, ditandai dengan dorongan kompulsif serta hilangnya kontrol diri, sehingga memerlukan penanganan yang komprehensif. Berbagai upaya medis dan hukum telah dilakukan, termasuk rehabilitasi dan penegakan hukum, namun angka kekambuhan masih tinggi. Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan tambahan yang menyentuh aspek spiritual dalam proses pemulihan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kontrol diri, dan pemahaman tentang bahaya NAPZA melalui pendekatan spiritual dan edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah renungan ibadah singkat dan edukasi dampak penyalahgunaan NAPZA yang dilaksanakan pada tanggal 05 Desember 2025 di RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan. Peserta kegiatan berjumlah 8 orang pasien ODGJ berisiko penggunaan NAPZA dengan kriteria tertentu. Kegiatan berlangsung selama 50 menit dengan pendampingan fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan respon positif, ditandai dengan peningkatan ketenangan batin, fokus, pengetahuan tentang NAPZA, serta kemampuan mengontrol emosi dan dorongan perilaku adiktif. Berdasarkan observasi dan evaluasi mengacu pada SDKI dan SLKI, terdapat peningkatan kontrol diri, kestabilan emosi, dan motivasi pemulihan. Kesimpulannya, kombinasi ibadah singkat dan edukasi kesehatan dapat menjadi intervensi nonfarmakologis yang efektif sebagai pendukung rehabilitasi NAPZA, khususnya dalam memperkuat aspek spiritual dan komitmen pasien untuk menghindari kekambuhan.
Copyrights © 2026