Rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan pendekatan Computational Thinking terhadap keterampilan berpikir peserta didik serta perbedaan keterampilan berpikir kritis peserta didik anatara yang menggunakan pendekatan Computational Thinking dan pendekatan saintifik. Penelitian ini menggunakan quasi experimental design dengan pretest-posttest control group. Sampel penelitian terdiri dari 42 peserta didik kelas IV yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan 21 anak kelas IVA sebagai kelas eksperimen dan 21 anak kelas IVB sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes dan non-tes yang telah divalidasi. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa pendekatan Computational Thinking memberikan kontribusi sebesar 52,4% terhadap keterampilan berpikir kritis. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan keterampilan berpikir kritis antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pendekatan Computational Thinking dapat digunakan sebagai alternatif pendekatan pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis peserta didik.
Copyrights © 2026