Ekosistem mangrove di pesisir Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, memiliki peran ekologis penting sebagai habitat bagi berbagai jenis burung, baik residen maupun migran, serta berfungsi sebagai area mencari makan, bersarang, dan berlindung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman spesies burung di kawasan tersebut sebagai indikator kondisi ekologis habitat. Metode yang digunakan adalah survei eksploratif melalui observasi langsung di lapangan dengan teknik purposive sampling untuk memperoleh representasi jenis burung yang optimal pada berbagai titik pengamatan. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20 spesies burung dari 15 famili dengan total 1.248 individu yang teramati, dengan famili Ardeidae sebagai kelompok paling dominan yang mencerminkan kesesuaian habitat bagi burung air. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener sebesar H' = 1,662 menunjukkan tingkat keanekaragaman kategori sedang. Analisis pada lima titik pengamatan juga menunjukkan nilai indeks yang relatif konsisten dalam kategori sedang, dengan kisaran H' antara 1,290 hingga 1,841. Temuan ini mengindikasikan bahwa ekosistem mangrove di kawasan tersebut masih mampu mendukung keberagaman avifauna secara relatif stabil, meskipun terdapat potensi tekanan lingkungan yang menuntut upaya pengelolaan dan konservasi berkelanjutan guna menjaga keseimbangan ekosistem.
Copyrights © 2026