Periode anak usia dini merupakan masa puncak neuroplastisitas yang sangat bergantung pada kualitas stimulasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas model "Seni Main Cerdas" terhadap neuroplastisitas anak usia 4-6 tahun, merespons dominasi kurikulum akademik yang sering mengabaikan stimulasi holistik. Menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group, penelitian melibatkan 40 anak. Kelompok eksperimen menerima intervensi seni terpadu (rupa, musik, tari, drama) selama 12 minggu, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran reguler. Hasil uji-t menunjukkan peningkatan signifikan (p=0,000 < 0,05) pada kelompok eksperimen, kontras dengan kelompok kontrol yang tidak menunjukkan perubahan bermakna. Temuan ini membuktikan bahwa permainan seni berfungsi sebagai enriched environment yang efektif menstimulasi aspek kognitif, motorik, dan sosial-emosional melalui mekanisme neurobiologis, sehingga layak menjadi strategi utama dalam kurikulum PAUD.
Copyrights © 2026