Pendidikan inklusif menjadi salah satu pendekatan penting untuk memastikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh siswa, termasuk siswa dengan kebutuhan pendidikan khusus. Dalam konteks pendidikan vokasi, di mana siswa tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik tetapi juga keterampilan praktis, pembelajaran bahasa yang efektif memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam lingkungan pembelajaran bilingual. Penelitian ini mengeksplorasi pembelajaran bahasa bilingual di kelas vokasi inklusif dari perspektif linguistik, dengan menyoroti bagaimana praktik pembelajaran bahasa dapat mendukung siswa dengan kebutuhan pendidikan khusus sekaligus tetap mendorong perkembangan bahasa bagi seluruh siswa. Penelitian ini menelaah berbagai strategi linguistik dalam pembelajaran bahasa Inggris bilingual, seperti scaffolding bahasa, penyederhanaan input linguistik, serta interaksi kelas yang komunikatif untuk membantu siswa dengan beragam profil pembelajaran memahami materi dan berpartisipasi secara aktif. Dengan mengintegrasikan perspektif pendidikan bilingual dan pedagogi inklusif, penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa dapat dirancang secara adaptif untuk mengakomodasi keragaman kemampuan kognitif dan linguistik siswa tanpa memisahkan mereka dalam proses pembelajaran. Temuan penelitian ini menekankan pentingnya interaksi kelas yang inklusif, peran guru dalam memediasi proses pembelajaran bahasa, serta dukungan linguistik yang terstruktur untuk menciptakan pengalaman belajar bilingual yang lebih bermakna. Studi ini memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan bahasa yang lebih inklusif dalam konteks pendidikan vokasi.
Copyrights © 2026