Batik gentongan sarat dengan aktivitas visualisasi spasial, karena memasukkan objek dimensi dua (selembar kain) ke dalam objek dimensi tiga (gentong). Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi ide matematis dan visualisasi spasial dalam proses pembuatan batik gentongan untuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik observasi, dokumentasi, wawancara dan penelusuran internet. Analisis data meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ide visualisasi spasial muncul pada tahap: (1) pelecekan kain, yaitu aktivitas membayangkan persiapan kain sebelum membatik; (2) tahap pembatikan, yaitu aktivitas membayangkan motif yang dikerjakan dengan bantuan tangan dan alat; (3) pewarnaan pertama, berupa membayangkan hasil warna dengan bantuan tangan; (4) melorot pertama yaitu aktivitas membayangkan kain setelah malam dihilangkan melalui perendaman dan pengikisan malam dengan bantuan tangan maupun alat; (5) perendaman kain di dalam gentong melibatkan pembayangan hasil akhir batik dengan bantuan tangan serta alat bantu; (6) melorot kedua memunculkan aktivitas membayangkan kain yang sudah bersih dari malam dan memperkirakan tampilan akhirnya, menggunakan bantuan tangan Ide matematis meliputi bilangan cacah pada perendaman kain dalam minyak camplong dan arang, pembilasan air kanji, pemberian obat, pewarnaan, serta perendaman air mendidih. Konsep bangun datar muncul pada penjemuran kain, penggambaran motif, pewarnaan, dan pengikisan malam. Perbandingan senilai dan translasi terlihat pada penggambaran motif. Unsur geometri berupa titik dan garis tampak pada pengisian ornamen (essen). Dekomposisi bangun datar terlihat pada tebbeng pertama dan kedua, sedangkan konsep bangun ruang muncul pada perendaman kain di gentong. Temuan ini berkontribusi dalam pembelajaran matematika, khususnya dalam penyusunan bahan ajar berbasis budaya lokal.
Copyrights © 2026