Meningkatnya praktik pengobatan mandiri di masyarakat sering tidak diiringi dengan pemahaman yang memadai mengenai penggunaan obat yang rasional. Kurangnya pengetahuan tentang cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar berpotensi menyebabkan kesalahan penggunaan obat dan dampak kesehatan yang merugikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK di Kelurahan Sungai Besar RT 01 mengenai aspek swamedikasi melalui metode Community Based Interactive Approach (CBIA). Metode kegiatan menggunakan desain pretest–post-test satu kelompok pada 30 peserta yang dipilih secara total sampling. Intervensi dilakukan melalui edukasi interaktif menggunakan media PowerPoint, video edukasi, serta praktik langsung berbasis konsep DAGUSIBU. Instrumen evaluasi berupa kuesioner terstruktur 20 butir pernyataan yang dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Guttman. Hasil pretest menujukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang pengobatan mandiri masih kurang. Namun pada hasil post-test menujukkan pengetahuan masyarakat mengalami peningkatan. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan CBIA efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat secara mandiri. Metode ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan konseptual, tetapi juga membentuk sikap kritis dan kemampuan mengambil keputusan dalam praktik swamedikasi. Oleh karena itu, edukasi CBIA dapat dijadikan strategi preventif yang relevan untuk meningkatkan literasi obat di kalangan masyarakat dan patut untuk diterapkan secara lebih luas.
Copyrights © 2026