Tanaman aren merupakan salah satu sumber daya alam yang multiguna dan berharga secara ekonomi, terutama melalui getahnya, yang disebut nira. mayoritas masyarakat yang daerahnya memiliki potensi nira masih memproduksi gula merah cetak, sedangkan gula semut (palm sugar) umumnya dihasilkan oleh industri dengan bahan baku gula cetak produksi petani. Meskipun produk yang dibuat berkualitas tinggi dan memiliki potensi pasar yang luas, bisnis tersebut masih menghadapi beberapa masalah. Yang paling menonjol adalah pemasaran melalui teknologi digital. Pertumbuhan pesat teknologi informasi memberi pengrajin peluang besar untuk memasarkan produk mereka secara lebih efisien. Strategi pemasaran yang berbasis teknologi digital, seperti media sosial dan e-commerce, memiliki potensi untuk memperluas pasar produk gula semut. Untuk memanfaatkan peluang tersebut, pengrajin harus tahu bagaimana mengadaptasi teknologi pemasaran digital ke dalam bisnis mereka. Setelah kegiatan selesai, beberapa hal dapat disimpulkan: Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pemasaran: Untuk memperluas pasar produk gula semut mereka, pengrajin telah menggunakan pemasaran digital. Melalui penggunaan platform e-commerce dan media sosial, serta kolaborasi dan sinergi: keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh kerja sama antara pengrajin, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta. Dengan kerja sama ini, jaringan pemasaran dan distribusi produk gula semut diperkuat.
Copyrights © 2026