Masa remaja merupakan periode transisi yang penuh tantangan, di mana harga diri berperan penting dalam membentuk perilaku sehat, pencapaian akademik, dan hubungan sosial yang positif. Rendahnya harga diri dapat meningkatkan risiko perilaku berisiko, stres, serta kesulitan dalam pengambilan keputusan. Untuk memperkuat harga diri siswa, pendidikan kesehatan di SMAN 1 Parongpong dilaksanakan dengan pendekatan interaktif, reflektif, dan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif mengenai konsep harga diri, diskusi kelompok tentang pengalaman pribadi dan strategi menghadapi tekanan sosial, serta latihan komunikasi asertif. Media edukasi berupa presentasi visual, leaflet motivasi, dan lembar kerja reflektif mendukung internalisasi nilai positif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test persepsi harga diri, observasi keterlibatan siswa, serta penilaian kemampuan mengekspresikan pendapat secara sehat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman konsep harga diri, perubahan sikap menuju penerimaan diri yang lebih positif, serta kesiapan siswa menerapkan perilaku asertif. Program ini menegaskan efektivitas pendidikan kesehatan berbasis sekolah dalam memperkuat harga diri remaja dan pentingnya pengembangan berkelanjutan.
Copyrights © 2026