Kedisiplinan siswa masih menjadi permasalahan penting di sekolah menengah pertama, terutama karena pendekatan pembinaan yang cenderung bersifat top-down dan berbasis sanksi belum mampu menumbuhkan kesadaran internal siswa secara berkelanjutan. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan manajemen kesiswaan yang lebih humanistik dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kesiswaan berbasis pendekatan emansipatoris dalam meningkatkan kedisiplinan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multisitus yang dilaksanakan di SMP Negeri Satu Atap Terpadu Cibinong dan SMP Negeri 2 Kiarapedes Kabupaten Purwakarta. Penentuan subjek penelitian dilakukan melalui teknik purposive sampling, meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru bimbingan konseling, wali kelas, serta siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendekatan dalam pengelolaan kedisiplinan siswa di kedua sekolah. SMP Negeri Satu Atap Terpadu Cibinong masih menerapkan pendekatan yang bersifat struktural dan berbasis kepatuhan terhadap aturan, sedangkan SMP Negeri 2 Kiarapedes menerapkan pendekatan emansipatoris yang menekankan partisipasi, dialog, refleksi, dan pemberdayaan siswa. Pendekatan ini terbukti lebih efektif dalam membangun kedisiplinan yang berakar pada kesadaran internal dan tanggung jawab pribadi siswa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pendekatan partisipatif dan dialogis dalam manajemen kesiswaan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji efektivitas pendekatan emansipatoris melalui pendekatan kuantitatif atau mixed-method serta pada konteks sekolah yang lebih luas untuk meningkatkan generalisasi temuan.
Copyrights © 2026